Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Tiga Gol dalam Tujuh Menit dan Satu Gelar ke-35: Bayern Munich Kembali Berdiri di Puncak Bundesliga

 

Cairscore Harry Kane mengangkat trofi, kaos bertuliskan “Juara 2026” dibagikan di pinggir lapangan, dan Allianz Arena kembali bergema dengan nyanyian kemenangan. Bayern Munich meresmikan gelar Bundesliga ke-35 mereka pada Minggu malam dengan kemenangan kandang 4-2 atas Stuttgart — sebuah drama yang meski sempat diwarnai kejutan di babak awal, pada akhirnya mempertegas satu hal yang sudah lama diketahui seluruh Jerman: tidak ada yang mampu menghentikan raksasa Bavaria ini.

Perjalanan menuju malam bersejarah itu sudah terbuka lebar sejak sehari sebelumnya. Borussia Dortmund, satu-satunya tim yang secara teoritis masih bisa bersaing, menelan kekalahan 2-1 di kandang Hoffenheim pada hari Sabtu — kekalahan kedua mereka dalam dua laga terakhir. Hasil itu memaksa Dortmund tersungkur dan menyerahkan nasib gelar sepenuhnya ke tangan Bayern. Dengan empat laga tersisa di musim ini, Bayern hanya membutuhkan satu poin di hadapan publik sendiri untuk mengunci mahkota liga. Dan mereka tidak pernah berniat sekadar mencuri satu poin.

Pelatih Vincent Kompany memilih malam ini sebagai kesempatan untuk mengistirahatkan sejumlah pemain andalan — Kane, Michael Olise, Manuel Neuer, Aleksandar Pavlovic, Dayot Upamecano, dan Jonathan Tah semua duduk di bangku cadangan, dengan mata sudah diarahkan ke semifinal Piala Jerman pada Rabu mendatang di kandang Bayer Leverkusen. Sebuah keputusan berani yang hampir berbuah masalah di menit-menit awal.

Stuttgart tidak datang untuk menjadi figuran dalam pesta juara Bayern. Chris Fuehrich membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-21 dengan gol yang membuat suasana Allianz Arena sempat membeku. Namun ketenangan semu itu hanya bertahan sebentar. Dalam rentang tujuh menit yang terasa seperti ledakan, Bayern membalikkan segalanya. Jamal Musiala, salah satu bintang paling menawan di Eropa musim ini, menjadi otak di balik gol penyama kedudukan yang dicetak Raphael Guerreiro. Setelah itu, Luis Diaz tampil sebagai pengatur irama — dua umpan matang dalam empat menit menghasilkan dua gol yang menutup babak pertama dengan skor 3-1. Nicolas Jackson dan Alphonso Davies masing-masing menjadi penyelesai dari umpan-umpan Diaz, menjadikan paruh pertama laga ini seperti demonstrasi sepak bola menyerang kelas dunia.

Babak kedua berjalan lebih tenang di sisi Bayern, setidaknya dalam artian tekanan. Kane, yang turun sebagai starter meski sempat masuk daftar yang diistirahatkan, tidak membutuhkan waktu lama untuk menegaskan kelas dan golnya musim ini. Kapten timnas Inggris itu menjebol gawang Stuttgart di awal babak kedua untuk menggenapi skor menjadi 4-1, sekaligus mengunci gelar Bundesliga dengan efisiensi yang khas darinya. Ini adalah gol ke-32 Kane musim ini di Bundesliga — sebuah angka yang terus tumbuh dan terus menimbulkan pertanyaan tentang seberapa jauh ia bisa melangkah.

Dengan kemenangan sudah di kantong, Bayern sedikit mengendurkan tekanan. Seorang asisten pelatih terlihat membawa tas penuh kaos bertuliskan “Juara 2026” ke tepi lapangan, pertanda bahwa perayaan tinggal menunggu peluit panjang. Chema Andres sempat memperkecil kekalahan Stuttgart menjadi 4-2 dua menit sebelum laga berakhir, namun gol itu tidak lebih dari sekadar catatan statistik di tengah lautan kegembiraan yang sudah tak terbendung di tribun.

Yang membuat gelar ke-35 ini terasa lebih dari sekadar pencapaian rutin adalah konteks statistik yang mengelilinginya. Bayern kini telah memenangkan 13 dari 14 gelar Bundesliga terakhir — sebuah dominasi yang tidak ada padanannya dalam sejarah sepak bola liga domestik Eropa. Tak ada satu pun klub Jerman lain yang menyentuh angka dua digit dalam total perolehan gelar liga. Bayern berdiri sendiri di ketinggian itu.

Musim ini secara khusus mencatat tinta emas dalam buku sejarah. Bayern telah mencetak 109 gol — angka tertinggi dalam sejarah panjang Bundesliga, mengalahkan rekor sebelumnya yang bertahan selama lebih dari lima dekade, yang dicatat pada musim 1971-72, dan itu masih dengan empat laga tersisa. Dengan 79 poin dan selisih gol plus 80, Bayern bahkan berada di ambang menjadi tim pertama dalam sejarah Bundesliga yang memiliki selisih gol lebih besar dari total poin yang dikumpulkan dalam satu musim penuh — sebuah pencapaian yang hampir tidak masuk akal secara matematis. Jika mereka memenangkan empat laga terakhir, Bayern bisa mengumpulkan 91 poin — menyamai rekor musim terbaik yang pernah dicatat oleh tim Bayern sendiri saat berambisi meraih treble pada 2012-13.

Di tengah catatan kolektif yang memukau itu, sorotan individu tetap tak terelakkan jatuh kepada Kane. Striker berusia 31 tahun itu pada Rabu lalu telah menjadi pemain Inggris pertama sejak musim 1930-31 yang mencapai 50 gol dalam seluruh kompetisi dalam satu musim. Kini dengan 32 gol Bundesliga dari 27 penampilan, Kane masih menyimpan secercah peluang untuk mengejar rekor gol satu musim Robert Lewandowski yang berdiri di angka 41. Jalan ke sana tidak mudah, tapi tidak ada yang menyangka perjalanan Kane di Bundesliga akan semulus dan seproduktif ini sejak ia menginjakkan kaki di Munich.

Di sisi lain, Michael Olise — yang beristirahat malam ini — mengoleksi 18 assist musim ini, tertinggal tiga dari rekor sepanjang masa Bundesliga yang dipegang Thomas Mueller sejak 2019-20. Dengan empat laga tersisa, peluang itu masih sangat nyata.

Sementara Bayern berpesta, sebuah drama lain berlangsung di pertandingan awal hari Minggu. Freiburg, yang kini masuk ke semifinal Liga Europa, mengalahkan Heidenheim 2-1 di kandang sendiri. Johan Manzambi memberi Freiburg keunggulan pada menit ke-24, sebelum Budu Zivzivadze menyamakan kedudukan tepat sebelum menit ke-60. Maximilian Eggestein kemudian menjadi pahlawan dengan gol penentu tujuh menit sebelum akhir laga. Hasil ini mendorong Freiburg melompati Eintracht Frankfurt ke posisi ketujuh klasemen, sekaligus semakin mendorong Heidenheim — tim yang musim lalu sempat menjamu Chelsea di Liga Europa — mendekati jurang degradasi. Kini tertinggal tujuh poin dari zona play-off degradasi dan 11 poin dari zona aman dengan empat pertandingan tersisa, peluang bertahan Heidenheim di Bundesliga tampak semakin tipis.

Namun di antara semua drama itu, satu gambar yang akan abadi dari pekan ini adalah momen ketika Harry Kane mengangkat trofi Bundesliga di atas kepalanya, dikelilingi rekan-rekannya di bawah sorotan lampu Allianz Arena. Bayern Munich, sekali lagi, ada di puncak — dan tampaknya, belum ada yang tahu sampai kapan mereka akan turun dari sana.

HOT NEWS

TRENDING

Tiga Gol dalam Tujuh Menit dan Satu Gelar ke-35: Bayern Munich Kembali…

Van Dijk Pecahkan Jantung Derby Merseyside di Menit 100, Liverpool Kokoh Mengincar…

Dembele Tak Terbendung, PSG Hancurkan Mimpi Terakhir Salah di Anfield

Menembus Rasa Sakit: Kompany Siapkan Bayern Munich untuk Malam Paling Menentukan Melawan…

Dari Mimpi LeBron dan Neymar, Lamine Yamal Berjanji Membakar Metropolitano

Scroll to Top