Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Gol Akhir Cunha Selamatkan Manchester United, Tekanan untuk Carrick Tak Mereda

 

Cairnews Manchester United pulang dari Craven Cottage dengan satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Fulham, tetapi hasil tersebut jauh dari jawaban yang mereka butuhkan. Gol penyeimbang Matheus Cunha pada menit ke-89 memang menggagalkan kekalahan ketiga secara beruntun, namun penampilan tim kembali meninggalkan banyak pertanyaan. Di tengah periode yang sulit, tekanan terhadap manajer Michael Carrick pun semakin besar.

Skuad asuhan Carrick datang ke markas Fulham dengan kebutuhan mendesak untuk menang. Namun, alih-alih tampil meyakinkan dan mengendalikan pertandingan, United pada akhirnya harus bersyukur karena masih dapat membawa pulang satu poin. Mereka sempat tertinggal pada babak kedua melalui gol bunuh diri Lisandro Martinez, sebuah momen yang merangkum rapuhnya pertahanan United pada musim ini.

Gol Fulham bermula dari tembakan keras Calvin Bassey yang lebih dulu mampu ditepis Senne Lammens. Namun, ketika Martinez berusaha mengamankan situasi, sapuannya justru salah perhitungan. Bola kemudian mengarah ke gawang sendiri setelah sempat mengenai tubuh Lammens, yang sudah berada dalam posisi tidak mampu menghentikannya. Kesalahan itu memberi Fulham keunggulan dan membuat United kembali harus mengejar pertandingan.

Cunha akhirnya hadir sebagai penyelamat pada penghujung laga. Ketika United melancarkan tekanan besar untuk mencari gol balasan, ia mencoba peruntungannya lewat tembakan jarak jauh. Bola berbelok arah secara drastis setelah mengenai David Affengruber, membuat usaha tersebut berakhir di gawang Fulham. Keberuntungan yang tidak berpihak pada United dalam sejumlah momen sebelumnya kali ini membantu Carrick menghindari hasil yang lebih buruk.

Kendati demikian, gol tersebut tidak serta-merta menghapus gambaran suram yang mengiringi tim. United baru mengantongi satu kemenangan dalam lima pertandingan Liga Premier dan kini sudah tertinggal 10 poin dari pemuncak klasemen, Manchester City. Mereka juga telah menelan tiga kekalahan dari tujuh pertandingan awal di semua kompetisi musim ini. Dengan jeda internasional yang segera dimulai, sorotan terhadap Carrick di Old Trafford menjadi semakin tajam.

Carrick menegaskan bahwa ia tidak memikirkan masa depannya sebagai manajer United. Namun, hasil di Craven Cottage tetap menjadi kemunduran lain bagi rezim kepelatihannya yang sedang terguncang. Sebelumnya, United mengalami kekalahan menyakitkan secara beruntun dari Manchester City dan Brighton. Dalam derbi akhir pekan lalu, mereka sempat terpukul oleh gol kemenangan Erling Haaland untuk City, yang kemudian diakui oleh badan wasit seharusnya dianulir. Setelah itu, United juga membuang keunggulan 2-0 saat menghadapi Brighton pada putaran ketiga Piala Liga pada hari Rabu.

Dalam konteks tersebut, hasil imbang yang nyaris gagal diraih melawan Fulham terasa seperti aib tambahan. Fulham berada di posisi kedua dari bawah, sementara United semestinya datang dengan ambisi jauh lebih besar. Setidaknya, mereka diharapkan mampu menyamai pencapaian finis di posisi ketiga pada musim lalu. Kenyataannya, penampilan United justru terus merosot sejak Carrick diangkat menjadi manajer permanen setelah masa tugas sementaranya yang sukses.

Tanda-tanda kesulitan United sudah tampak sejak awal pertandingan. Mereka beruntung tidak tertinggal ketika penyerang Fulham, Gonzalo Garcia, melepaskan tembakan melebar dari posisi berbahaya. Peluang itu menjadi peringatan bagi tim tamu, dan United sempat meresponsnya dengan serangan yang lebih menjanjikan. Bruno Fernandes mengirim bola kepada Martinez, yang kemudian melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti. Bernd Leno harus melakukan penyelamatan gemilang untuk menepisnya.

United kembali mendekati gol tidak lama kemudian. Cunha mengirim umpan tarik kepada Fernandes, tetapi tembakan keras sang gelandang hanya membentur tiang gawang. Peluang itu menjadi salah satu momen terbaik United, tetapi kegagalan mengubahnya menjadi gol membuat mereka tidak mampu membangun kendali yang dibutuhkan dalam pertandingan.

Sebaliknya, lini pertahanan United terus menunjukkan kerentanan. Josh King melepaskan tembakan half-volley yang memaksa Lammens melakukan penyelamatan apik. Kiper United itu kembali tampil penting ketika menggagalkan upaya Sander Berge melalui penyelamatan cerdas lainnya. Tak lama kemudian, Oscar Bobb seharusnya bisa menaklukkan Lammens, tetapi ia gagal memanfaatkan peluang emas untuk membuka skor.

Pertahanan United yang terlalu terbuka membuat Fulham tetap leluasa menyerang, terutama pada menit-menit akhir babak pertama. Tekanan demi tekanan datang ke area mereka. Lammens kembali harus menepis tembakan keras King, lalu berlari keluar dari sarangnya untuk menggagalkan upaya Alex Iwobi. Aksi-aksi sang kiper menjaga United tetap bertahan, tetapi juga memperlihatkan betapa seringnya mereka gagal meredam serangan lawan sejak awal.

Masalah United bukan hanya berada pada pertahanan yang kacau. Kurangnya daya juang dan ketajaman di depan gawang juga memperburuk keadaan. Kombinasi tersebut akhirnya menjadi fatal ketika Cunha ceroboh kehilangan bola jauh di wilayah pertahanan sendiri. Para pemain Carrick lambat bereaksi saat Bassey mengirim tembakan keras yang masih sempat ditepis Lammens. Dalam upaya berikutnya, Martinez justru mengarahkan bola ke gawang sendiri.

Setelah tertinggal, United berusaha mencari jalan keluar. Leno harus menepis tembakan melengkung Bryan Mbeumo, kemudian menjatuhkan diri ke arah kiri untuk menghalau tembakan mendatar Cunha. Usaha tim tamu terus meningkat menjelang peluit akhir, meski gol penyeimbang akhirnya datang melalui situasi yang turut dipengaruhi perubahan arah bola setelah mengenai Affengruber.

Hasil tersebut setidaknya menyelamatkan United dari kekalahan ketiga berturut-turut, tetapi tidak banyak yang dapat dirayakan oleh Carrick dan timnya. Satu poin di kandang Fulham tidak mengubah catatan buruk mereka atau mengurangi jarak 10 poin dari Manchester City di puncak. Yang tersisa adalah kesempatan untuk kembali menata keadaan setelah jeda internasional.

United akan bermain lagi di kandang pada 10 Oktober melawan Tottenham, tim yang berada di posisi juru kunci. Laga itu akan membawa tekanan besar bagi kedua kubu. Carrick membutuhkan kemenangan untuk membalikkan keadaan di United, sementara manajer Spurs Roberto De Zerbi juga berada dalam situasi yang sama. Bagi Carrick, gol akhir Cunha di Craven Cottage mungkin telah memberi waktu dan satu poin, tetapi belum memberikan ketenangan yang ia perlukan.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Akhir Cunha Selamatkan Manchester United, Tekanan untuk Carrick Tak Mereda

Brentford Hantam Chelsea 3-0, Alonso Dihadapkan pada Banyak Pekerjaan Rumah

Manchester City Pesta Lima Gol di EFL Cup, Floyd Samba Bersinar dalam…

Munich dan Barcelona Ditunjuk untuk Final Liga Champions 2028 dan 2029

Petugas VAR Derbi Manchester Tak Ditugaskan pada Putaran Liga Inggris Berikutnya

Scroll to Top