Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

 

 

Cairscore Real Madrid terjungkal dengan cara yang paling menyakitkan pada babak 16 besar Copa del Rey, kalah 2-3 dari Albacete di Stadion Carlos Belmonte pada Rabu malam dalam laga debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala. Ditunjuk pada Senin untuk menggantikan Xabi Alonso usai kekalahan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, Arbeloa langsung merasakan kerasnya kursi panas ketika gol telat Jefte Betancor mematri kemenangan tuan rumah dari divisi dua dan mengakhiri perjalanan Los Blancos di turnamen domestik ini lebih cepat dari yang diperkirakan.

Datang tanpa Kylian Mbappe dan sejumlah pilar lain, termasuk Thibaut Courtois dan Jude Bellingham yang diistirahatkan jelang kembalinya jadwal La Liga akhir pekan melawan Levante, Madrid jelas tidak berada pada kekuatan penuh. Arbeloa juga memberikan tempat kepada dua pemain yang baru saja dinaunginya di tim cadangan, Jorge Cestero dan David Jimenez, sebagai bagian dari paket keputusan berani di laga perdananya. Keputusan itu sempat tampak akan berbuah manis ketika timnya mampu merespons ketertinggalan, namun pada akhirnya disiplin, determinasi, dan efektivitas Albacete—yang tengah duduk di peringkat ke-17 Segunda División—menjadi pembeda.

Babak pertama berlangsung dalam suasana yang muram, bukan hanya karena tekanan psikologis di kubu Madrid setelah pergantian pelatih, tetapi juga karena kabut tebal yang turun beberapa menit setelah sepak mula dan sedikit mengaburkan pandangan. Peluang bersih nyaris tak tercipta hingga mendekati jeda. Vinicius Junior sempat melepaskan tembakan tinggi yang melayang jauh, sementara tuan rumah bermain sabar menunggu momen dari bola mati dan transisi. Titik balik pertama muncul pada menit ke-42: dari situasi sepak pojok, Javi Villar lepas dari kawalan Franco Mastantuono dan menyundul bola untuk menaklukkan Andriy Lunin, membuat Carlos Belmonte bergemuruh. Madrid memberi respons kilat tepat sebelum turun minum, juga dari sepak pojok. Mastantuono menebus kelengahannya dengan berdiri di posisi ideal untuk menyontek bola jarak dekat, mengubah skor menjadi 1-1 dan menjaga harapan.

Selepas jeda, skema pertandingan tak banyak berubah. Albacete tetap disiplin memadatkan ruang, menutup jalur umpan vertikal Madrid, dan tak ragu menguji Lunin dari situasi set piece dan second ball. Lunin sempat tampil sigap menepis usaha Riki, namun tekanan yang rapi dan sabar dari tim asuhan Alberto Gonzalez pada akhirnya membuahkan hasil. Menit 82, sapuan Gonzalo Garcia tak sempurna dan bola justru jatuh ke kaki Jefte Betancor di kotak penalti. Striker tuan rumah itu menembak keras memantul ke tanah sehingga bola melesat melewati Lunin, mengembalikan keunggulan Albacete pada fase krusial laga. Drama belum usai. Gonzalo Garcia menebus kesalahan beberapa menit kemudian; pada menit 91, ia naik paling tinggi dan menanduk bola dengan presisi untuk menyamakan skor 2-2, seolah membuka jalan menuju perpanjangan waktu bagi juara Eropa 15 kali itu. Namun euforia itu hanya sesaat. Albacete menolak tunduk pada momentum dan kembali menghukum Madrid. Dalam detik-detik penutup, Jefte kembali menemukan ruang dan melepaskan tembakan sensasional melewati Lunin, mengunci kemenangan 3-2 dan menorehkan sejarah sebagai kemenangan pertama Albacete atas Real Madrid.

 

Usai pertandingan, Arbeloa tidak bersembunyi di balik alasan. “Di klub ini, hasil imbang saja sudah buruk—itu sebuah tragedi. Bayangkan kekalahan seperti ini, itu menyakitkan,” ujarnya. “Saya yakin semua penggemar kami merasakan hal yang sama. Terlebih lagi ketika itu terjadi melawan tim dari divisi yang lebih rendah, meskipun kami sudah tahu di sini betapa tangguhnya lawan mana pun. Jika ada yang bertanggung jawab dan patut disalahkan atas hasil ini, jelas itu saya, orang yang membuat keputusan mengenai susunan pemain, bagaimana kami ingin bermain, pergantian pemain. Saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain atas sambutan hangat mereka, atas usaha yang mereka berikan hari ini.” Ditanya tentang rotasi besar yang ia lakukan, Arbeloa menambahkan, “Saya akan melakukan hal yang sama lagi, saya membawa tim yang mampu menang.”

Kekalahan ini terasa makin ironis mengingat momen yang mengawali era Arbeloa datang hanya beberapa hari setelah kekecewaan di Riyadh. Presiden Florentino Perez bergerak cepat mengganti Alonso dengan mantan kapten klub yang selama ini membina tim cadangan, berharap efek kejut mengembalikan fokus dan tenaga Madrid pada paruh musim kedua. Di lapangan, keputusan memasukkan Cestero dan Jimenez memberi energi segar, tetapi juga memperlihatkan betapa rumitnya meramu keseimbangan antara rotasi, ritme, dan hasil instan di pertandingan knockout, apalagi melawan tim yang bermain tanpa beban di kandang sendiri.

Bagi Madrid, tersingkir di babak 16 besar dari tim peringkat bawah divisi dua adalah peringatan keras tentang rapuhnya margin di sepak bola piala: set piece yang gagal diantisipasi, sapuan yang tak sempurna, dan kehilangan konsentrasi pada menit-menit akhir bisa menghapus 90 menit kerja keras. Kegagalan ini juga menambah beban mental jelang kembali ke La Liga melawan Levante pada Sabtu, laga yang akan menjadi barometer awal bagaimana Arbeloa mengangkat tim dari kekecewaan beruntun. Namun sang pelatih memilih memandang ke depan. “Saya tidak takut gagal, saya mengerti jika seseorang menyebut kekalahan ini sebagai kegagalan. Kegagalan adalah jalan menuju kesuksesan, bagi saya keduanya tidak berlawanan arah,” katanya menutup.

Di sisi lain, malam ini milik Albacete dan Jefte Betancor. Dengan organisasi yang rapi, keberanian untuk bertarung di setiap duel, serta kecermatan memanfaatkan momen, tim Segunda ini menorehkan malam paling manis dalam sejarah klub mereka, mengguncang hierarki dan memberi bukti baru bahwa Copa del Rey selalu menyimpan ruang untuk kisah kejutan. Sementara Real Betis melaju setelah menundukkan Elche 2-1 dan Alaves mengatasi Rayo Vallecano 2-0 untuk mengamankan tempat di perempat final, gema terbesar tetap datang dari Carlos Belmonte—di mana seorang debutan di bangku cadangan Real Madrid harus belajar pelajaran paling keras tentang harga dari detail kecil yang terlewat.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara

City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal…

Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang…

PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan…

Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan…

Scroll to Top