Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

El Clasico di Depan Mata: Madrid Tumpaskan Atletico 2-1 di Jeddah, Valverde–Rodrygo Jadi Pembeda

 

Cairscore Real Madrid memastikan langkah ke final Piala Super Spanyol setelah menaklukkan Atletico Madrid 2-1 dalam semifinal yang tegang dan ketat di Jeddah pada Kamis, membuka jalan untuk partai puncak bertajuk El Clasico melawan Barcelona. Di bawah komando Xabi Alonso, Los Blancos merangkai kemenangan kelima beruntun di semua ajang, sebuah rangkaian yang terasa kian solid mengingat badai keraguan yang sempat menerpa sang pelatih pada penghujung 2025. Di malam ketika detail kecil dan ketenangan menjadi pembeda, tendangan bebas Fede Valverde dan penyelesaian klinis Rodrygo Goes cukup untuk menahan gempuran telat Atletico yang hanya mampu dibalas lewat sundulan Alexander Sorloth.

Pertandingan dimulai dengan intensitas yang langsung menggedor. Madrid tak memberi Atletico kesempatan untuk bernapas setelah sepak mula, dan hasilnya instan: baru dua menit, Valverde melepaskan tendangan bebas deras yang menukik melalui kerumunan, melewati Alexander Sorloth yang berada pada posisi canggung, lalu menyentuh tangan Jan Oblak tanpa bisa dibendung. Daya ledak sepakan itu mengoyak skema pertahanan tetap Rojiblancos, dan selebrasi Valverde—menampar kepalanya sendiri—seolah melampiaskan beban gol pertamanya di musim yang berat. Gol cepat ini mengubah lanskap taktik: Madrid memperoleh legitimasi untuk mengatur ritme, merendahkan blok pertahanan, dan menunggu momen yang tepat untuk menerkam melalui transisi.

Dalam absennya Kylian Mbappé yang menepi karena cedera lutut, Alonso kembali menaruh kepercayaan pada penyerang muda Gonzalo García, yang tengah hangat usai hat-trick ke gawang Real Betis pada akhir pekan. Keberadaan García membuka kanal lebar untuk gerak diagonal Rodrygo dari sisi kanan, yang berkali-kali menjadi pemantik serangan balik Madrid. Oblak sempat mementahkan salah satu manuver terbaik Rodrygo, melakukan sapuan refleks yang menjaga Atletico tetap dalam jangkauan. Namun, setiap gelombang respons Atletico selalu bertubrukan dengan dinding bernama Thibaut Courtois. Kiper Belgia itu mematahkan sundulan Sorloth dan menggagalkan sepakan Julian Alvarez—yang tengah seret gol—untuk menegaskan tak ada jalan mudah menembus gawang Madrid malam itu.

Atletico sebenarnya datang dengan memori manis, pernah membekuk Madrid 5-2 dalam derbi La Liga pada September. Tetapi panggung Piala Super menghadirkan dinamika berbeda: duel berlangsung lebih terukur, rapat, dan memaksa kedua tim menghargai setiap inci ruang. Diego Simeone mencoba mengerek intensitas dengan dorongan sayap dan crossing cepat, memanfaatkan fisik Sorloth serta agresivitas lini kedua. Conor Gallagher mengirimkan umpan silang matang yang semestinya bisa diselesaikan sang penyerang Norwegia—namun kesempatan itu terbuang sia-sia oleh sundulan ceroboh dari jarak dekat. Momen-momen terlepas seperti inilah yang pelan-pelan menggerus momentum Atletico.

Babak kedua mengonfirmasi pola yang terbangun sejak awal. Madrid, yang tampak lebih nyaman menunggu untuk menghukum setiap kesalahan, menemukan celah lagi pada menit ke-55. Rodrygo, dengan timing lari yang tepat, menyisir ruang di belakang bek kanan, menerima bola dan menyapu penyelesaian rendah melewati Oblak. Itu menjadi gol ketiganya dalam lima laga terakhir—sebuah bukti bahwa penyerang Brasil ini memasuki zona performa yang tajam di saat Madrid sangat membutuhkannya. Keunggulan ganda membuat Los Blancos kian percaya diri, sementara bangku Atletico bergerak cepat mencari respons.

Tak butuh lama, tiga menit berselang, harapan Rojiblancos kembali menyala. Dari sisi kanan, Giuliano Simeone—yang mewarisi naluri ofensif dengan ketekunan khas keluarganya—mengirim umpan silang presisi. Sorloth mengatur posisi, memberi dorongan secukupnya pada Raul Asencio untuk menciptakan separasi, lalu menanduk bola tanpa tahanan. Wasit membiarkan permainan berlanjut, menilai kontak tidak melampaui batas, dan skor pun menyempit 2-1. Gol ini mengubah tensi jelang akhir pertandingan: Atletico mengangkat garis pertahanan, Madrid menumpuk konsentrasi pada pengelolaan momen dan penghematan energi, sementara kedua pelatih memainkan bidak-bidak mereka untuk mengejar hasil.

Fase penutup menjadi ujian mental. Griezmann mencoba sesuatu yang akrobatik, hanya untuk dipatahkan Courtois dengan gerak kaki dan tangan yang seirama. Marcos Llorente, mantan pemain Madrid, nyaris menyamakan kedudukan lewat tembakan mendatar yang meluncur tipis di samping tiang. Atletico lalu memadatkan sisi sayap, memaksa Madrid bertahan dalam blok rendah, namun koordinasi Eder Militao dan rekan-rekannya cukup disiplin untuk menutup zona umpan silang. Di sisi lain, Madrid tetap menyisakan ancaman untuk menutup laga melalui serangan kilat; satu peluang Alvarez di menit-menit akhir waktu tambahan berakhir melebar, menguapkan harapan Rojiblancos untuk memaksa perpanjangan waktu.

Kemenangan ini memiliki bobot yang melampaui tiket ke final. Bagi Xabi Alonso, yang sempat berada di bawah sorotan tajam menjelang pergantian tahun akibat performa naik turun, keberhasilan menaklukkan Atletico memperkuat narasi kebangkitan. Ia sebelumnya sudah mencatatkan kemenangan di El Clasico pertamanya sebagai pelatih pada Oktober, sebelum timnya sempat melorot, dan kini kembali mengarahkan Madrid pada laju positif yang terasa lebih meyakinkan. Keputusan mempertahankan struktur yang kompak, memaksimalkan efektivitas transisi, serta memercayai momentum Rodrygo terbukti tepat, bahkan ketika absennya Mbappé memaksa variasi serangan dirombak.

Dari perspektif Atletico, kegagalan memaksimalkan peluang di babak pertama dan detik-detik krusial bak menjadi cermin yang menampilkan batas tipis antara keberanian dan kehati-hatian. Oblak masih memperlihatkan kualitasnya, lini tengah bekerja keras menekan sirkulasi Madrid, tetapi akurasi di kotak penalti—sekalipun peluang tercipta—tidak konsisten. Sorloth pada akhirnya mendapatkan gol yang dicarinya, namun rentang ketidakefisienan di momen awal terlalu mahal di ajang yang menuntut presisi.

Kini, panggung final menunggu. Real Madrid akan menantang Barcelona di King Abdullah Sports City pada Minggu, setelah tim Catalan itu menghantam Athletic Bilbao 5-0 pada Rabu. Di balik gemerlap El Clasico, terhampar taruhannya: validasi untuk Alonso dan kontinuitas laju kemenangan Madrid, atau pembuktian bagi Barcelona yang datang dengan modal pesta gol. Namun untuk malam di Jeddah ini, catatannya sederhana dan tegas—Valverde memecah kebuntuan, Rodrygo mengasah keunggulan, Courtois mengamankan garis terakhir, dan Real Madrid melangkah mantap menuju final yang dijanjikan.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara

City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal…

Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang…

PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan…

Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan…

Scroll to Top