Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Salto Emas Menit 91: Kostoulas Selamatkan Brighton, Buyarkan Kemenangan Tandang Langka Bournemouth

Cairscore – Pemain muda Brighton, Charalampos Kostoulas, mencuri panggung dengan gol tendangan salto menakjubkan pada menit ke-91 yang memastikan hasil imbang dramatis dan menggagalkan kemenangan tandang langka Bournemouth di Liga Primer. Dalam laga yang sarat emosi itu, Marcus Tavernier sempat membawa The Cherries unggul melalui penalti babak pertama—diberikan usai intervensi VAR—sebelum kecemerlangan remaja 18 tahun tersebut mengubah alur cerita di detik-detik krusial.

Brighton memulai pertandingan di kandang dengan tempo tinggi, menekan sejak menit awal dan memaksa Djordje Petrovic bekerja keras menghadapi percobaan dari Ferdi Kadioglu, Brajan Gruda, dan Jack Hinshelwood. Namun dominasi awal The Seagulls tak membuahkan gol, dan justru Bournemouth yang memecah kebuntuan pada menit ke-32. Setelah serangan balik cepat yang dipimpin Tavernier, Amine Adli merangsek ke kotak penalti dan dijatuhkan oleh kaki kanan kiper. Wasit Paul Tierney sempat mengganjar Adli kartu kuning karena dugaan simulasi, namun keputusan tersebut dibatalkan usai meninjau tayangan ulang di monitor pinggir lapangan. Penalti pun diberikan, dan Tavernier dengan tenang menaklukkan Bart Verbruggen untuk membawa tim tamu memimpin.

Tujuh menit jelang jeda, pemain yang memecahkan rekor transfer klub, Evanilson, hampir menggandakan keunggulan Bournemouth. Tendangannya menghantam tiang saat ia memburu gol ketiga beruntun di Liga Primer, meninggalkan Brighton dalam ketertinggalan yang terasa semakin berat memasuki ruang ganti. Momentum Bournemouth terlihat terjaga, sementara tuan rumah perlu menemukan kembali ketajaman di sepertiga akhir.

Memasuki babak kedua, Brighton meningkatkan penguasaan bola dan ritme serangan, tetapi ancaman nyata tetap langka hingga pergantian pemain di menit ke-66 menghadirkan energi baru. Masuknya Yankuba Minteh, Carlos Baleba, dan Georginio Rutter mengubah dinamika permainan: tempo meninggi, sirkulasi bola lebih progresif, dan tekanan terhadap lini belakang Bournemouth kian intens. Kembalinya Minteh dan Baleba—dua figur penting dalam rencana Fabian Hurzeler yang sempat absen pada laga-laga Liga Primer sebelumnya—memberi dorongan besar. Sebelum gol penyama kedudukan tercipta, Minteh beberapa kali memantik harapan lewat tusukan dan pergerakan yang memecah blok pertahanan tamu.

Bournemouth sendiri memasuki laga ini di bawah sorotan setelah kepergian sang andalan, Antoine Semenyo, ke Manchester City dalam kesepakatan senilai £65 juta pada awal bulan. Dalam penampilan perdana pascatransfer besar itu, Andoni Iraola memberi kepercayaan kepada Adli sebagai starter Liga Primer untuk keempat kalinya sejak direkrut dari Bayer Leverkusen pada Agustus lalu. Sang pemain internasional Maroko tampil lincah dan berani menembus kotak penalti, kontribusi yang berujung pada penalti pembuka skor. Di sisi lain, kelihaian dan trik Eli Junior Kroupi—meski tidak dalam performa terbaiknya—menjadi pengingat bahwa The Cherries masih memiliki kualitas serangan yang dapat mengganggu pertahanan lawan.

Namun kedalaman skuad menjadi isu nyata. Keputusan mengganti Tavernier dengan bek veteran Adam Smith pada menit ke-71, bersamaan dengan keluarnya Kroupi, menandai pergeseran pendekatan yang justru mengundang tekanan berulang dari Brighton. Sejak momen tersebut, tim tuan rumah tampak satu-satunya pihak yang benar-benar berpeluang mencetak gol. Bournemouth bertahan dengan disiplin, tetapi ruang dan waktu yang terus tergerus akhirnya menghadirkan keretakan kecil yang dimaksimalkan oleh Brighton di masa tambahan waktu.

Delapan menit tambahan membentang bagaikan garis peluang terakhir. Pada menit kedua injuri time, momen magis itu tiba. Kostoulas, yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambut bola liar di kotak penalti dengan koordinasi sempurna—punggung menghadap gawang, tubuh melenting, dan tendangan salto presisi yang tak mampu dihentikan. Gol brilian tersebut bukan hanya mengamankan satu poin, tetapi juga menandai lahirnya sosok muda yang berani mengambil tanggung jawab saat tensi tertinggi. Suasana kandang meledak, sementara Bournemouth harus menelan kekecewaan lantaran kemenangan tandang pertama mereka di Liga Primer sejak Agustus kembali lepas di detik akhir.

Hasil imbang ini membuat posisi kedua tim tidak berubah di klasemen: Brighton tetap di peringkat ke-12, Bournemouth di peringkat ke-15. Bagi Brighton, satu poin ini memperpanjang rekor tak terkalahkan di semua kompetisi menjadi lima pertandingan dan menjaga jarak pandang ke enam besar, di mana Chelsea menduduki slot terakhir kompetisi Eropa. Jelang rangkaian pertandingan yang secara kertas menguntungkan melawan Fulham, Everton, dan Crystal Palace, determinasi hingga menit ke-91 merupakan modal mental yang sesuai dengan seruan Hurzeler sebelum laga, bahwa sisa musim harus diperlakukan seperti final. Meski performa secara keseluruhan terasa kurang bertenaga dan mungkin di luar ekspektasi sang pelatih, penolakan untuk menyerah hingga peluit terakhir bisa menjadi pembeda saat musim memasuki fase penentuan.

Dari kubu Bournemouth, ada optimisme yang tetap menyala meski dihantam realitas pahit di penghujung laga. Penampilan kompak di tandang pascakehilangan Semenyo menunjukkan fondasi yang masih kuat untuk dibangun. Adli menawarkan kecepatan dan keberanian, sementara Kroupi tetap mengundang kewaspadaan lawan. Namun, ketipisan alternatif menyerang terlihat jelas, dan momen ketika Tavernier ditarik keluar mempertegas kebutuhan untuk memperkuat lini depan sebelum jendela transfer ditutup pada 2 Februari. Permintaan Iraola agar manajemen menambah amunisi kini punya bukti segar dari lapangan: pertandingan yang hampir dimenangkan, buyar karena kurangnya kaki segar di area yang paling menentukan.

Ke depan, Brighton akan bertandang ke Craven Cottage untuk menghadapi Fulham pada Sabtu, 24 Januari pukul 15:00 GMT, sebuah kesempatan untuk mengonversi momentum menjadi tiga poin. Bournemouth, di sisi lain, menyambut ujian berat saat menjamu Liverpool di Vitality Stadium pada hari yang sama pukul 17:30. Baik bagi Hurzeler maupun Iraola, peluit akhir di laga berikutnya mungkin akan lebih lantang berbicara tentang ambisi mereka musim ini—apakah keteguhan hati dan penyesuaian tepat waktu dapat diubah menjadi hasil yang lebih tegas, atau justru pelajaran lain menunggu untuk dituntaskan.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara

City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal…

Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang…

PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan…

Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan…

Scroll to Top