#CAIRSCORE Cairbos
Dari Tempat Gelap ke Puncak Inggris: Saka dan Arsenal Akhirnya Bungkam Semua Ejekan
Cairscore – Bukayo Saka masih ingat betul perasaan itu — duduk di hadapan layar ponselnya pada Desember 2020, menyaksikan Arsenal terpuruk di posisi ke-15 klasemen Liga Premier dengan hanya empat kemenangan dari belasan pertandingan. Saat itu ia masih remaja, pemain muda berbakat yang bergabung dengan klub yang tampak jauh dari kejayaannya. Ia menuangkan perasaannya ke dalam sebuah unggahan di X, menyertakan fotonya yang tampak lesu dan patah semangat, dengan kalimat yang kini terasa begitu profetik: “Kalian pantas mendapatkan lebih banyak, penggemar Arsenal.”
Enam tahun berlalu. Kini, pemain sayap berusia 24 tahun itu berdiri di Selhurst Park, mengangkat trofi Liga Premier bersama rekan-rekannya setelah Arsenal menundukkan Crystal Palace 2-1 dalam pertandingan terakhir musim ini — mengakhiri penantian panjang selama 22 tahun dan membuktikan bahwa perjalanan dari titik nadir itu bukan sekadar mimpi.
“Saya berada di tempat yang gelap,” kata Saka kepada mantan striker legenda Arsenal, Ian Wright, dalam wawancara eksklusif di Sky Sports. “Jelas, saya tahu apa yang telah kalian lakukan untuk klub dan di mana klub ini berada di masa lalu. Pada saat itu, kami berada di titik terendah dan sangat jauh dari level yang menurut saya seharusnya dicapai Arsenal.”
Bagi Saka, rasa sakit itu bukan hanya soal angka di klasemen. Ejekan mengalir deras dari berbagai penjuru — dari lorong-lorong sekolah hingga kolom komentar media sosial. Arsenal, klub yang pernah berjaya sebagai “The Invincibles” di bawah Arsène Wenger pada musim 2003–04, kini menjadi bahan lelucon. Dan Saka, sebagai salah satu dari sedikit pemain muda yang tumbuh bersama kesulitan itu, merasakannya secara langsung.
“Saya tahu dari sekolah, dari media sosial, ejekan dan apa yang orang katakan tentang Arsenal, bagaimana mereka menertawakan kami,” lanjutnya. “Pada saat itu, saya hanya ingin mengungkapkannya dalam sebuah unggahan. Itulah yang saya rasakan saat itu. Tapi sekarang sudah selesai. Tidak ada lagi lelucon, ini waktu kita.”
Kemenangan gelar ini tidak datang tanpa ujian. Arsenal sempat tergelincir ketika menghadapi Manchester City — kekalahan yang secara sementara memungkinkan rivalnya itu mempersempit jarak di puncak klasemen. Bagi banyak pengamat, momen tersebut terasa seperti déjà vu yang menyakitkan, mengingat betapa sering Arsenal tampak berada di ambang kejayaan sebelum akhirnya gagal di musim-musim sebelumnya. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda di dalam ruang ganti.
Declan Rice, gelandang internasional Inggris yang menjadi jangkar permainan Arsenal musim ini, mengungkap kisah di balik momen viral yang beredar luas setelah kekalahan dari City itu. Di hadapan rekan-rekannya yang lesu, Rice berdiri dan menyampaikan pesan yang sederhana namun menghunjam: “Ini belum selesai.”
“Saya percaya itu, 100%, karena saya banyak belajar dari pertandingan itu,” ungkap Rice. “Namun, itu juga untuk menghibur rekan-rekan setim saya dan menenangkan semua orang karena masih ada lima pertandingan lagi. Ini bukan seperti pertandingan terakhir musim ini.”
Kata-kata itu rupanya berdampak jauh lebih besar dari yang Rice bayangkan sendiri. Arsenal merespons dengan memenangkan setiap satu dari lima pertandingan tersisa, tampil dengan kebebasan dan kepercayaan diri yang seolah lepas dari beban ekspektasi. Sementara itu, Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola justru tersandung dan akhirnya finis tujuh poin di belakang tim besutan Mikel Arteta.
“Setelah itu, kami mulai bermain lebih bebas. Tekanan pada kami sedikit berkurang… Anda bisa merasakan ada sedikit tekanan dalam penampilan kami. Kami berusaha untuk tidak membiarkan gangguan dari luar masuk, tetapi begitu pertandingan melawan City selesai, kami hanya berkata, ‘Masih ada lima pertandingan, kita tidak bisa menyia-nyiakannya’,” kata Rice. “Itu adalah pesan yang kuat dan telah membuahkan hasil.”
Peluit panjang di Selhurst Park pada Minggu petang itu menandai lebih dari sekadar akhir sebuah musim. Ini adalah penutupan dari sebuah bab panjang yang penuh keresahan — bagi para pemain, pelatih, dan jutaan pendukung Arsenal di seluruh dunia yang telah menunggu sejak gelar terakhir mereka pada 2004. Saka, yang kini menjadi salah satu pemain terbaik Inggris di generasinya, tak bisa menyembunyikan rasa haru.
“Saya hanya berkata kepada JT (Jurrien Timber), kita sedang berdiri di dalam mimpi kita,” katanya. Mengangkat trofi di Selhurst Park, kata Saka, terasa seperti momen yang “luar biasa” — sebuah kata yang barangkali terlalu kecil untuk menggambarkan besarnya makna di balik pencapaian itu.
Dari seorang remaja yang menumpahkan kesedihan di media sosial hingga menjadi pemenang Liga Premier, perjalanan Bukayo Saka adalah cerminan sempurna dari perjalanan Arsenal itu sendiri: panjang, berliku, penuh keraguan — namun pada akhirnya, luar biasa.
-
01 Sep 2026Hat-trick Bruno Fernandes Antar Manchester United Bangkit dan Hancurkan Ipswich 5-2
-
30 Aug 2026Rafael Leao Bersiap Mengakhiri Tujuh Musim Bersama AC Milan
-
30 Aug 2026Newcastle Redam Tottenham yang Boros Belanja lewat Elanga dan Wissa
-
29 Aug 2026Cherki Menggebrak Selhurst Park, City Tekuk Palace 4-1 tanpa Drama Akhir
-
29 Aug 2026PSG Selamat di Markas Lille: Gol Vitinha dan Sundulan Marquinhos Menutup Drama 2-2
-
21 Aug 2026Arteta Jaga Ketenangan Arsenal di Tengah Rumor Ezri Konsa Jelang Pembuka Premier League
-
21 Aug 2026Romero Nilai Alvarez Tetap Fokus saat Atletico Teguh Menahannya
-
19 Aug 2026Yael Trepy Dirawat Intensif di Sassari Usai Dilaporkan Hampir Tenggelam di Sardinia
-
19 Aug 2026Lens Tundukkan PSG 1-0 dan Gagalkan Trofi Kedua dalam Lima Hari
-
19 Aug 2026Kamerun Akhiri Penantian Panjang dengan Menjuarai WAFCON Usai Menundukkan Malawi 3-0
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Newcastle Redam Tottenham yang Boros Belanja lewat Elanga dan Wissa Cairnews – Newcastle United menghukum Tottenham…
#CAIRSCORE Cairbos Arteta Jaga Ketenangan Arsenal di Tengah Rumor Ezri Konsa Jelang Pembuka Premier League Cairscore – Arsenal…
#CAIRSCORE Cairbos Jeremy Doku Ikat Masa Depan di Man City hingga 2031, Era Enzo Maresca Jadi Magnet Cairscore…
#CAIRSCORE Cairbos Arsenal Disebut Capai Kesepakatan £75 Juta untuk Bruno Guimaraes Cairscore – Arsenal disebut telah mencapai kesepakatan…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol