Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Cherki Menggebrak Selhurst Park, City Tekuk Palace 4-1 tanpa Drama Akhir

 

Cairnews Manchester City melanjutkan awal era pasca-Pep Guardiola dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Crystal Palace di Selhurst Park, dalam laga yang menempatkan Rayan Cherki sebagai tokoh utama. Setelah memulai musim dengan kemenangan 2-1 atas Bournemouth lewat drama gol-gol telat, City kali ini tidak perlu menunggu hingga penghujung pertandingan untuk memastikan hasil. Erling Haaland membuka keunggulan, Cherki kemudian mencuri perhatian lewat dua gol berkualitas, dan Haaland melengkapi malam tim tamu dengan gol kedua pada menit-menit akhir.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi jawaban kuat dari Cherki setelah ia merasakan kekecewaan pada laga pembuka Premier League. Enzo Maresca mengakui bahwa pemain Prancis berusia 23 tahun itu frustrasi karena tidak berada dalam susunan pemain inti ketika City menghadapi Bournemouth. Namun, Cherki memberi respons yang tepat saat masuk dari bangku cadangan dengan menyumbang dua assist. Performa itu mengantarkannya ke tim utama untuk lawatan ke markas Palace, dan kesempatan tersebut dimanfaatkannya dengan penampilan yang menentukan.

Sorotan terhadap Cherki memang tidak pernah hanya berkaitan dengan kemampuan teknisnya. Pada musim debutnya bersama City sebelumnya, tingkahnya yang flamboyan pernah membuat Guardiola khawatir, sementara pertanyaan mengenai kesediaannya mengikuti etos kolektif tim sempat mengiringi perjalanannya. Meski demikian, kualitas alaminya tidak diragukan. Di Selhurst Park, Cherki memperlihatkan bagaimana bakat itu dapat menjadi pembeda ketika dipadukan dengan peran yang jelas dan kepercayaan dari pelatih.

Maresca juga melakukan penyesuaian penting dalam susunan timnya. Marc Guehi, yang pada pertandingan melawan Bournemouth sempat dimainkan di lini tengah, kembali ditempatkan sebagai bek tengah saat berhadapan dengan mantan klubnya. Pos di lini tengah diisi Nico O’Reilly bersama Elliot Anderson. Anderson tampil lebih baik dibandingkan debutnya yang mengecewakan pada laga sebelumnya dan ikut membantu City membangun kendali permainan.

City sebenarnya sudah nyaris membuka skor lebih awal. Sebuah sepak pojok memicu kemelut di area pertahanan Palace, ketika tembakan Anderson dan upaya Haaland sama-sama terhalang. Tekanan itu terus berlanjut hingga akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-17. Antoine Semenyo mengirimkan umpan silang yang disambut Haaland dengan lompatan tinggi. Sundulan penyerang Norwegia itu melaju melewati Dean Henderson untuk membawa City unggul.

Gol tersebut memiliki catatan tersendiri bagi Haaland. Itu menjadi gol pertamanya sejak ia mengganti rambut pirang khasnya dengan potongan cepak pada pekan sebelumnya. Namun, yang lebih penting bagi City adalah pengaruhnya di lini depan: ia terus memberi ancaman, menarik perhatian pertahanan Palace, dan menjadi titik akhir dari sejumlah serangan tim tamu.

City memiliki peluang untuk memperlebar selisih sebelum turun minum. Phil Foden gagal memaksimalkan umpan Anderson, lalu kembali menyia-nyiakan kesempatan ketika sundulannya dari umpan Cherki di area enam yard melebar. Cherki sendiri juga hampir menambah keunggulan menjelang jeda, tetapi tembakan rendahnya masih mampu ditepis Henderson. Palace bertahan dari sejumlah ancaman tersebut dan tetap berada dalam pertandingan ketika babak pertama berakhir.

Setelah jeda, Palace sempat mempunyai kesempatan untuk mengubah arah laga. Eddie Nketiah gagal memanfaatkan peluang yang didapatnya, sebuah momen yang kemudian terasa semakin mahal karena City segera kembali menemukan ketajaman. Pada menit ke-54, pergerakan Foden membuka ruang bagi Cherki. Gelandang serang itu bergerak menembus tekanan, melewati tiga pemain bertahan Palace, lalu mengarahkan bola ke sudut jauh. Penyelesaian tersebut memperlihatkan ketenangan sekaligus keberaniannya saat membawa bola di area yang padat.

Namun Palace langsung memperoleh jalan kembali dua menit kemudian. Tendangan bebas Yeremy Pino membentur tiang sebelum bola memantul masuk setelah mengenai punggung Gianluigi Donnarumma. Gol bunuh diri itu memperkecil ketertinggalan dan sempat memberi tuan rumah harapan bahwa pertandingan dapat kembali terbuka.

Harapan itu tidak bertahan lama. Pada menit ke-59, Cherki kembali mengambil alih perhatian. Dari tepi kotak penalti, ia melepaskan tembakan keras yang melaju di luar jangkauan Henderson. Gol keduanya bukan hanya memulihkan keunggulan dua gol City, melainkan juga menegaskan besarnya pengaruhnya dalam pertandingan pertama sebagai starter setelah rasa frustrasi yang ia alami pada pekan pembuka.

City kemudian mengelola keunggulan dengan lebih tenang dan tidak membiarkan Palace menciptakan kebangkitan. Pada menit ke-84, Foden mengirim umpan yang membelah pertahanan tuan rumah. Haaland menerima bola dari sudut sempit dan melepaskan tembakan keras untuk menutup kemenangan 4-1. Jika gol pertamanya lahir dari kekuatan di udara, gol keduanya menjadi penegasan instingnya di depan gawang ketika ruang penyelesaian terlihat terbatas.

Malam itu juga menghadirkan debut singkat bagi Ayyoub Bouaddi, gelandang muda asal Maroko yang didatangkan dari Lille dengan nilai 86 juta pound atau 116 juta dolar. Bouaddi masuk sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir, menandai tambahan baru dalam perubahan yang sedang berlangsung di City.

Bagi Maresca, hasil di Selhurst Park menunjukkan perkembangan yang lebih meyakinkan setelah kemenangan dramatis atas Bournemouth, ketika gol telat Marc Guehi dan Josko Gvardiol mengamankan tiga poin pada pembuka musim. Melawan Palace, City tampil lebih tegas dan tidak membutuhkan penyelamatan di penghujung laga. Peran Cherki sebagai kreator sekaligus pencetak gol, dipadukan dengan ketajaman Haaland, memberi gambaran positif bagi tim yang sedang membangun identitas baru.

Di sisi lain, Palace harus menerima kekalahan kedua secara beruntun di bawah pelatih baru Pierre Sage, yang menggantikan Oliver Glasner pada musim panas. Tuan rumah sempat menemukan gol yang memberi mereka peluang untuk memperkecil jarak, tetapi tidak mampu menjaga momentum ketika City kembali meningkatkan tempo. Pada akhirnya, Selhurst Park menjadi panggung bagi Cherki untuk mengubah kekecewaan menjadi pernyataan, sementara City pulang dengan kemenangan yang jauh lebih nyaman daripada hasil yang mereka raih pada laga pembuka.

HOT NEWS

TRENDING

Newcastle Redam Tottenham yang Boros Belanja lewat Elanga dan Wissa

Arteta Jaga Ketenangan Arsenal di Tengah Rumor Ezri Konsa Jelang Pembuka Premier…

Jeremy Doku Ikat Masa Depan di Man City hingga 2031, Era Enzo…

Arsenal Disebut Capai Kesepakatan £75 Juta untuk Bruno Guimaraes

Scroll to Top