Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Badai Rojiblanco: Atletico Libas Barcelona 4-0 di Leg Pertama Semifinal Copa del Rey

 

Cairscore Atletico Madrid membuat pernyataan keras di hadapan publik Stadion Metropolitano dengan melumat juara bertahan Copa del Rey, Barcelona, 4-0 pada leg pertama semifinal, Kamis (13/02/2026) dini hari. Keunggulan telak itu dibangun sejak awal laga melalui gol bunuh diri Eric Garcia, sebelum Antoine Griezmann, Ademola Lookman, dan Julian Alvarez menambah luka tim tamu dalam babak pertama yang benar-benar dikuasai anak asuh Diego Simeone. Barcelona menutup malam yang kelam dengan kartu merah Eric Garcia di penghujung pertandingan, sementara Atletico menjaga keunggulan empat gol yang akan mereka bawa ke leg kedua di Camp Nou pada 3 Maret.

Tanda-tanda kebuntuan Barcelona terlihat sejak menit-menit awal ketika Atletico tampil agresif, rapi, dan percaya diri. Tuan rumah membuka skor di menit ketujuh lewat sebuah momen chaos di kotak penalti. Umpan Eric Garcia di permukaan lapangan Metropolitano yang tak rata memantul arah tak terduga, mengarah ke Joan Garcia dan kemudian meluncur di bawah kakinya. Kiper Barca berupaya sprint kembali menyapu bola, namun si kulit bundar sudah melewati garis. Ademola Lookman sempat menyambar untuk memastikan, tetapi gol tetap tercatat sebagai bunuh diri Eric Garcia—sebuah simbol malam sial yang menimpa Blaugrana.

Keunggulan itu melecut Atletico untuk menggandakan intensitas dan tempo. Mengandalkan transisi kilat dan serangan balik yang terstruktur, Rojiblancos terus menembus garis pertahanan tinggi Barcelona. Mantan penyerang Barca, Antoine Griezmann, menghukum mantan klubnya dengan gol kedua setelah memanfaatkan ruang di belakang bek lawan, dibantu kecepatan Giuliano Simeone dan Lookman yang berulang kali memaksa barisan belakang Catalan berlari mundur. Barcelona sempat memberi reaksi melalui Fermin Lopez yang melepaskan tembakan keras menghantam mistar, namun momentum tetap berada di pihak tuan rumah.

Gelombang serangan Atletico berlanjut dan publik tuan rumah hampir merayakan gol ketiga ketika upaya Julian Alvarez berhasil disapu Jules Kounde tepat di garis gawang. Peringatan itu tak digubris Barca, dan pada akhirnya Lookman mencetak gol ketiga menutup rangkaian pergerakan tim yang apik. Selebrasi Diego Simeone yang berlari di tepi lapangan menggambarkan betapa besarnya arti gol tersebut: bukan sekadar angka di papan skor, melainkan validasi terhadap rencana permainan yang dieksekusikan sempurna.

Semua tuntutan Simeone soal ketajaman yang lebih klinis seakan tuntas dalam satu malam. Julian Alvarez, yang sebelumnya mandul dalam 11 pertandingan beruntun, memutus puasa golnya dengan penyelesaian dari dalam kotak penalti untuk membawa Atletico unggul empat gol. Di sisi lain, kiper Juan Musso memastikan dominasi tuan rumah tercermin di papan skor dengan penyelamatan penting atas upaya Fermin Lopez, menjaga gawang Atletico tetap perawan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Barcelona mencoba bangkit dan sempat mengira mereka telah memperkecil ketertinggalan melalui Pau Cubarsi. Namun euforia singkat itu padam setelah tinjauan VAR yang panjang memutuskan adanya offside, keputusan yang memicu perdebatan dan menambah frustrasi tim tamu. Keputusan itu kian terasa berat bagi Barca karena setiap upaya membangun momentum selalu terhalang kedisiplinan pertahanan dan transisi Atletico yang efisien.

Menjelang laga usai, situasi Barcelona semakin runyam. Eric Garcia diusir wasit setelah melanggar Alex Baena dalam situasi lari bebas yang mengancam. Momen itu berawal dari umpan buruk Ferran Torres yang memicu kehilangan bola konyol, sebelum ia sendiri secara ceroboh menjatuhkan playmaker Atletico tersebut. Intensitas tetap terjaga hingga peluit akhir, dengan Alexander Sorloth dan Torres menyia-nyiakan peluang di masing-masing ujung lapangan, namun tak ada gol tambahan tercipta.

Kemenangan ini terasa krusial bagi Atletico mengingat posisi mereka yang tertinggal jauh di La Liga dan performa yang belum meyakinkan untuk menatap jauh di Liga Champions. Copa del Rey pun dipandang sebagai jalur paling realistis menuju trofi, dan malam ini Rojiblancos menampilkan versi terbaik mereka musim ini—kompak saat bertahan, tajam ketika menyerang, dan tanpa ampun dalam memaksimalkan celah. Barcelona, pemegang 32 gelar, kini harus menghadapi gunung terjal di Camp Nou pada 3 Maret, membutuhkan malam sempurna untuk meruntuhkan defisit empat gol sekaligus melupakan memori pahit di Metropolitano.

Di semifinal lainnya, Real Sociedad mengantongi modal berharga setelah mengalahkan Athletic Bilbao 1-0 pada leg pertama. Namun sorotan utama pekan ini tak lepas dari Madrid, tempat Atletico mengirim pesan jelas kepada seluruh pesaing: dalam format dua leg, keunggulan empat gol adalah senjata psikologis sekaligus taktis yang bisa mengubah peta persaingan Copa del Rey. Kini, semua mata tertuju pada leg kedua—mampukah Barca melakukan keajaiban, ataukah Atletico akan menuntaskan pekerjaan besar yang telah mereka mulai sejak menit ketujuh?

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara

City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal…

Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang…

PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan…

Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan…

Scroll to Top