Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Dari Tertinggal 0-2 jadi Pesta 6-2: Inter Meledak di San Siro, Mantap di Puncak

 

Cairscore Inter Milan mengubah malam yang sempat mengkhawatirkan menjadi pertunjukan ketangguhan dan ketajaman saat membalikkan keadaan dari tertinggal dua gol menjadi menang telak 6-2 atas Pisa di San Siro. Hasil ini bukan saja mempertebal kepercayaan diri Nerazzurri dalam perburuan scudetto musim 2025-26, tetapi juga memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi enam poin dari AC Milan, sambil menegaskan bahwa mentalitas juara tetap menjadi senjata utama pasukan Simone Inzaghi.

Laga dimulai dengan Inter mengendalikan ritme, memutar bola dan menekan tinggi, namun justru Pisa yang memanfaatkan momen kelengahan. Pada menit ke-11, insiden yang menjadi antitesis dari ketenangan Inter terjadi saat Yann Sommer keluar kotak untuk menyambut umpan balik. Operannya ke Piotr Zielinski terlalu terbuka dan langsung dipotong Stefano Moreo, yang melambungkan bola dari jarak jauh ke gawang kosong untuk membuat stadion terdiam. Keunggulan mengejutkan itu membakar keberanian tim tamu yang sedang berjuang menjauhi zona merah, dan 12 menit kemudian, Moreo menggandakan skor. Berawal dari sepak pojok Matteo Tramoni, sang penyerang menyelinap di tiang dekat dan menanduk bola melewati Sommer, mengubah papan skor menjadi 0-2 dan membuat keraguan sempat menyelimuti tribune tuan rumah.

Inter butuh pemantik, dan momen itu hadir enam menit sebelum jeda. Tembakan Zielinski dihalangi Tramoni di dalam kotak penalti, wasit menunjuk titik putih tanpa ragu. Zielinski mengambil tanggung jawab dan mengeksekusinya keras ke tengah, mengembalikan denyut laga. Dua menit berselang, kebangkitan berubah menjadi gelombang. Federico Dimarco mengirim umpan lambung akurat ke kotak enam yard, dan Lautaro Martinez—kapten yang menjadi penanda kebangkitan mental—menyundulnya masuk untuk menyamakan kedudukan. San Siro pecah oleh kegembiraan, dan di masa tambahan babak pertama, atmosfer kian membuncah ketika Alessandro Bastoni mengirim umpan silang yang dituntaskan Francesco Pio Esposito lewat sundulan tajam. Dari 0-2 menjadi 3-2 hanya dalam rentang beberapa menit—Inter bukan hanya kembali ke jalur yang benar, melainkan menegaskan siapa penguasa di kandang.

Paruh kedua berjalan dalam satu arah. Inter mendikte tempo, mengalirkan serangan dari sayap dan half-space, sementara Pisa mencoba bertahan rapat sembari sesekali mengancam lewat transisi cepat. Nerazzurri menciptakan banyak peluang yang hilang tipis, entah karena ketenangan akhir yang kurang atau rapatnya blok pertahanan Pisa. Namun dominasi yang konsisten pada akhirnya berbuah manis. Delapan menit jelang bubaran, Dimarco menutup performa impresifnya dengan gol berkelas: tendangan volinya bergetar di udara, menyentuh kedua tiang sebelum melewati garis gawang, sebuah momen yang menjadi simbol betapa Inter menolak panik dan terus mengasah ketajaman sampai hasilnya datang.

Keyakinan itu berubah menjadi pesta di lima menit terakhir. Empat menit sebelum waktu normal habis, Ange-Yoan Bonny menerima umpan Dimarco, melaju masuk ke kotak dari sisi kiri, lalu melepaskan penyelesaian dari sudut sempit yang menaklukkan kiper Pisa untuk menjadikan skor 5-2. Di masa tambahan, Henrikh Mkhitaryan menuntaskan malam dengan sundulan setelah situasi sepak pojok, memastikan kemenangan 6-2 yang terasa komplet: kebangkitan di fase sulit, kreativitas dari sayap, dan kontribusi gol yang tersebar.

Seusai laga, Dimarco menekankan pentingnya reaksi cepat dan ketenangan di saat tertinggal. Ia mengakui tim “tidak memulai dengan baik” dan terkadang “terlalu agresif” dalam pendekatan, tetapi menilai yang terpenting adalah mencetak setidaknya satu gol sebelum jeda—kenyataannya, Inter mendapat tiga—dan membalikkan keadaan. Ucapan itu merangkum narasi malam ini: ketika kesalahan awal mengganggu, Inter merespons dengan organisasi, intensitas, dan eksekusi yang lebih rapi.

Secara klasemen, Inter kini mengoleksi 52 poin, unggul enam angka dari AC Milan yang baru akan bertandang ke markas AS Roma pada Minggu, sementara juara bertahan Napoli berada di peringkat ketiga dengan 43 poin sebelum berduel dengan Juventus. Bagi Pisa, performa berani di awal sayangnya tidak berujung poin; mereka tetap berada di dasar klasemen dengan 14 poin dan harus segera mencari konsistensi agar asa bertahan hidup tetap menyala.

Bagi Nerazzurri, kemenangan ini menyampaikan dua pesan. Pertama, kemampuan untuk menahan guncangan dan merespons cepat tetap tumbuh subur di ruang ganti. Kedua, kedalaman skuat memungkinkan gol datang dari berbagai sumber—dari target man, bek sayap yang kreatif, hingga gelandang berpengalaman. Dengan modal itu, Inter bisa menatap pertarungan Eropa berikutnya dengan keyakinan baru; fokus kini beralih ke Liga Champions dengan lawatan penting ke kandang Borussia Dortmund pada Rabu, di mana ketangguhan mental seperti malam ini bisa kembali menentukan.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara

City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal…

Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang…

PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan…

Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan…

Scroll to Top