#CAIRSCORE Cairbos
Era Baru Les Bleus? Zidane Disebut Sepakati Kursi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026
Cairscore – Zinedine Zidane dilaporkan selangkah lagi kembali ke panggung internasional sebagai pelatih kepala tim nasional Prancis selepas Piala Dunia FIFA 2026. Sejumlah media lokal menyebut pemenang Ballon d’Or 1998 tersebut telah mencapai kesepakatan lisan dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) untuk menggantikan Didier Deschamps, arsitek yang membawa Les Bleus tampil di dua final Piala Dunia berturut-turut dan menjuarai edisi 2018. Meski sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari FFF, kabar ini segera memicu perbincangan luas tentang arah baru tim nasional Prancis dan bagaimana figur legendaris sekelas Zidane akan membentuk generasi berikutnya.
Bagi publik Prancis, nama Zidane selalu lekat dengan tonggak sejarah. Sebagai pemain, ia mengantar negaranya menjuarai Piala Dunia 1998 dan kembali ke final pada 2006, sebuah turnamen yang juga diingat karena kartu merah yang ia terima pada partai puncak. Reputasinya kian “lengkap” setelah pensiun dan beralih ke dunia kepelatihan. Empat tahun selepas gantung sepatu pada 2006, Zidane masuk ke staf Real Madrid sebagai penasihat bagi Jose Mourinho, kemudian menapaki jalur pelatih hingga akhirnya menggantikan Rafael Benitez sebagai manajer tim utama. Di Santiago Bernabéu, karier pelatihnya menjulang: dalam dua periode (2016–2018 dan 2019–2021), ia memborong 11 trofi besar, termasuk lima trofi Eropa dalam tiga tahun—tiga di antaranya gelar Liga Champions—sebuah pencapaian yang menegaskan kecakapannya mengelola laga-laga bertekanan tinggi dan mengasah mental juara dalam skuat penuh bintang.
Di tengah spekulasi yang tak pernah benar-benar padam, Zidane sendiri beberapa kali menyiratkan hasrat untuk menukangi tim nasional. “Saya yakin saya akan kembali melatih,” ucapnya pada sebuah acara tahun lalu. “Saya tidak mengatakan itu akan terjadi sekarang, tetapi yang saya inginkan suatu hari nanti adalah melatih tim nasional.” Pernyataan itu, dikombinasikan dengan riwayatnya menolak peluang lain—termasuk pendekatan Amerika Serikat untuk posisi pelatih kepala Piala Dunia—membuat arah ambisinya terasa jelas: jika panggilan Les Bleus datang, sulit membayangkan ia menolaknya. Dengan latar itu, kabar adanya kesepakatan lisan selepas Piala Dunia 2026 terdengar tidak saja realistis, tetapi juga selaras dengan ritme suksesi yang kerap dipertimbangkan federasi-federasi besar: memberi ruang bagi pelatih petahana menyelesaikan siklus, lalu melakukan transisi yang tertata.
Bila skenario ini terwujud, Zidane akan mewarisi fondasi kokoh yang dibangun Deschamps: struktur tim yang disiplin, budaya kerja yang menang, dan kumpulan pemain elit yang tersebar di klub-klub top Eropa. Namun ia juga akan menghadapi pekerjaan halus yang khas di level tim nasional: menyegarkan skuat selepas turnamen besar, menyeimbangkan regenerasi dengan kontinuitas, serta meramu identitas permainan yang memaksimalkan bakat kreatif tanpa mengorbankan soliditas. Pengalamannya di Real Madrid—mengelola ego besar, menjaga harmoni ruang ganti, dan tetap pragmatis dalam momen krusial—adalah modal yang sangat relevan. Di tangan Zidane, Les Bleus berpotensi menampilkan sepak bola yang cair secara posisi, efisien dalam transisi, dan mematikan dalam duel-duel eliminasi yang menuntut ketajaman keputusan pada detik-detik terakhir.
Dari sudut pandang federasi, penunjukan sosok ikonik seperti Zidane juga memuat dimensi simbolik. Ia bukan sekadar pelatih sukses; ia adalah representasi era kejayaan yang pertama kali menempatkan Prancis di puncak dunia. Kehadirannya dapat memperkuat daya tarik proyek tim nasional, memikat talenta diaspora untuk tetap memilih Les Bleus, sekaligus menyatukan basis suporter dalam fase transisi pasca-2026. Pada saat yang sama, ekspektasi akan menanjak: dengan skuad yang dalam di tiap lini, publik akan menuntut trofi pada setiap turnamen besar, dari UEFA Nations League hingga Euro berikutnya. Zidane sudah akrab dengan standar seperti itu—Real Madrid adalah laboratorium ekspektasi permanen—namun tingkat kesulitan di sepak bola internasional berbeda karena siklus persiapan yang lebih pendek dan keterbatasan waktu bersama pemain.
Secara praktis, proses menuju kursi kepelatihan nasional juga akan menuntut ketelitian administratif dan komunikasi yang transparan. Kesepakatan lisan, jika memang ada, biasanya diikuti sejumlah langkah formalisasi: perincian durasi kontrak dan target performa, komposisi staf pelatih, integrasi dengan departemen pengembangan usia muda, hingga kalender persiapan yang menyelaraskan periode FIFA dengan kebutuhan pemantauan pemain di klub. Kesesuaian filosofi dengan kebijakan FFF—terutama menyangkut pembinaan, etika tim, serta penanganan isu-isu sosial yang kerap bersinggungan dengan tim nasional—akan menjadi prasyarat. Zidane, dengan profil yang dihormati lintas spektrum, tampak memiliki kredensial untuk mengelola kompleksitas tersebut.
Bagi para pemain, khususnya generasi yang saat ini berada di puncak produktivitas, prospek bekerja di bawah Zidane berpotensi menjadi dorongan psikologis. Reputasinya sebagai man-manager yang tenang, cermat, namun tegas kerap disebut mantan anak asuhnya sebagai faktor pembeda. Ia dikenal memberi kepercayaan pada kualitas individu—tanpa membiarkan struktur tim mengendur—serta piawai memetakan peran yang mengeluarkan kelebihan alami pemain. Di level tim nasional, harmoni seperti ini sering menjadi pemutus kebuntuan pada pertandingan yang ketat di babak gugur, saat momen-momen mikro—eksekusi bola mati, pergantian pemain tepat waktu, penyesuaian formasi—menentukan nasib turnamen.
Meski demikian, semua kemungkinan ini tetap berada pada wilayah laporan hingga pengumuman resmi dibuat. FFF sejauh ini belum mengeluarkan pernyataan publik yang mengonfirmasi atau membantah kabar tersebut, sementara Deschamps masih memimpin Les Bleus untuk menuntaskan siklusnya sampai Piala Dunia 2026. Dalam dinamika sepak bola tingkat tertinggi, garis antara rencana dan realisasi kerap ditentukan oleh detail: hasil turnamen, negosiasi kontrak, bahkan pertimbangan pribadi yang tidak selalu terlihat oleh publik. Namun jika benar Zidane akan mengambil alih selepas 2026, sepak bola Prancis boleh berharap pada kesinambungan yang dibalut harapan baru—kombinasi antara warisan yang solid dan visi seorang maestro yang telah membuktikan dirinya di dua panggung terbesar: lapangan hijau sebagai pemain, dan pinggir lapangan sebagai pelatih.
-
21 Feb 2026Era Baru Les Bleus? Zidane Disebut Sepakati Kursi Pelatih Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
19 Feb 2026Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang Menguap Jadi 3-3 Kontra Brugge
-
18 Feb 2026PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan di Paris
-
18 Feb 2026Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan Rasisme, Mourinho Terusir Jelang Kepulangan ke Bernabeu
-
14 Feb 2026Badai Rojiblanco: Atletico Libas Barcelona 4-0 di Leg Pertama Semifinal Copa del Rey
-
13 Feb 2026Sundulan Emas Van Dijk Patahkan Rekor Kandang Sunderland, Harapan Liga Champions Liverpool Menyala
-
11 Feb 2026Musim Jack Grealish Berakhir Usai Operasi Kaki, Pukulan bagi Everton dan Asa Piala Dunia Inggris
-
09 Feb 2026Anfield Ditaklukkan: Penalti Haaland di Waktu Tambahan Patahkan Kutukan dan Panaskan Kejaran City atas Arsenal
-
08 Feb 2026Barca Tancap Gas di Camp Nou: Lewandowski dan Yamal Antarkan Kemenangan, Bernal Lengkapi Malam Sempurna
-
06 Feb 2026Ronaldo Kembali Absen di Skuad Al Nassr, Liga Pro Saudi Tegaskan Tak Ada Pemain di Atas Klub
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara Cairscore – Real Madrid yang…
#CAIRSCORE Cairbos City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal Kian Berat Cairscore –…
#CAIRSCORE Cairbos Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang Menguap Jadi 3-3 Kontra Brugge…
#CAIRSCORE Cairbos PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan di Paris Cairscore –…
#CAIRSCORE Cairbos Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan Rasisme, Mourinho Terusir Jelang Kepulangan…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol