Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Musim Jack Grealish Berakhir Usai Operasi Kaki, Pukulan bagi Everton dan Asa Piala Dunia Inggris

 

Cairscore – Gelandang Everton Jack Grealish mengonfirmasi musimnya resmi berakhir setelah menjalani operasi untuk menangani fraktur stres pada kakinya, kabar yang menjadi hantaman telak bagi laju The Toffees sekaligus peluangnya menembus skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026. Pemain berusia 30 tahun itu mengalami cedera saat kemenangan 1-0 Everton atas Aston Villa bulan lalu, dan sejak itu rangkaian pemeriksaan medis mengarah pada keputusan intervensi bedah yang tak lagi memberi ruang bagi comeback sebelum musim usai.

Grealish datang ke Goodison Park dengan status pinjaman dari Manchester City dan segera menancapkan pengaruh penting di lini tengah. Dengan 22 penampilan di semua ajang musim ini, dua gol dan enam assist, kontribusinya bukan hanya terukur di angka, tetapi juga pada progres serangan dan koneksi antarlini yang membuat Everton lebih berbahaya dalam transisi. Performa stabilnya bahkan sempat memantik spekulasi mengenai panggilan kembali ke tim nasional, terlebih Inggris tengah menimbang opsi kreatif di area antarlini menghadapi turnamen besar.

Lewat unggahan di media sosial, Grealish menyampaikan rasa kecewa mendalam karena harus mengakhiri musim lebih cepat. Ia menegaskan operasinya berjalan lancar dan fokus kini sepenuhnya tertuju pada pemulihan, dengan keyakinan kembali lebih bugar, lebih kuat, dan lebih baik. Pesan optimistis ini menjadi pegangan bagi para pendukung yang melihatnya sebagai salah satu motor kreativitas yang membantu mengurai pertahanan lawan saat Everton membutuhkan solusi dari ruang sempit.

Dari sudut pandang tim nasional, kabar ini menghadirkan konsekuensi nyata. Piala Dunia yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat menuntut para kandidat dalam kondisi prima, sementara jadwal pemulihan fraktur stres cenderung konservatif demi menghindari kekambuhan. Grealish terakhir kali tampil untuk Inggris pada Oktober 2024 di bawah manajer sementara Lee Carsley, dan momentum untuk mengunci tempat di skuat kini terganjal waktu yang tidak berpihak serta kebutuhan kebugaran puncak menjelang turnamen.

Bagi Everton, absennya Grealish memaksa penyesuaian taktik yang tidak sederhana. Ketiadaan figur penghubung antara lini tengah dan lini depan mengharuskan redistribusi peran pada pemain lain, entah dengan menekankan progresi lewat sayap, memaksimalkan set-piece, atau memberi porsi lebih besar pada gelandang box-to-box untuk masuk kotak penalti. Manajemen beban pertandingan dan rotasi akan menjadi krusial, terutama untuk menjaga keseimbangan antara soliditas pertahanan dan daya cipta agar tetap kompetitif di sisa musim.

Jejak prestasi Grealish bersama Manchester City—tiga gelar Liga Premier, satu Liga Champions, dan satu Piala FA—menggambarkan kelasnya di panggung tertinggi. Pengalaman menuntaskan musim-musim penuh tekanan, mengelola ekspektasi besar, dan tampil di laga-laga penentuan menjadikan kehadirannya bernilai bukan hanya pada aspek teknis, melainkan juga psikologis di ruang ganti. Inilah sebab absensinya terasa ganda: hilangnya kualitas individual dan figur yang mengangkat standar di sekelilingnya.

Secara medis, fraktur stres pada kaki kerap menuntut protokol pemulihan bertahap yang disiplin, mencakup fase imobilisasi, penguatan bertingkat, hingga progres kembali berlatih di lapangan secara terukur. Mengingat sifat cedera yang rentan kambuh bila dipaksakan, keputusan menutup musim adalah langkah preventif yang masuk akal demi keberlanjutan karier jangka panjang. Baik Everton maupun Manchester City diperkirakan akan berkoordinasi ketat memantau setiap tahap rehabilitasi agar jalur kembali ke kebugaran penuh tidak terganggu.

Ke depan, fokus utama Grealish adalah menyelesaikan pemulihan tanpa hambatan dan memulai pramusim berikutnya dengan fondasi fisik yang kuat. Bagi Everton, tantangannya adalah menjaga ritme poin sembari mengembangkan solusi kreatif baru yang berkelanjutan. Di tengah kekecewaan yang wajar, ada ruang optimisme: rekam jejak profesionalisme Grealish, dukungan tim medis modern, dan pengalaman klub mengelola fase sulit memberi harapan bahwa kembalinya nanti dapat menjadi awal babak baru yang lebih matang—baik untuk sang gelandang maupun untuk klub dan negaranya.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara

City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal…

Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang…

PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan…

Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan…

Scroll to Top