Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Ronaldo Kembali Absen di Skuad Al Nassr, Liga Pro Saudi Tegaskan Tak Ada Pemain di Atas Klub

 

Cairscore Cristiano Ronaldo kembali tidak masuk dalam skuad pertandingan Al Nassr saat menghadapi Al Ittihad di Liga Pro Saudi, menandai laga kedua beruntun tanpa kehadiran pemenang Ballon d’Or lima kali itu setelah juga absen ketika timnya mengalahkan Al Riyadh pada 2 Februari. Situasi ini memantik spekulasi lanjutan, terutama di Portugal, di mana A Bola melaporkan bahwa sang megabintang tidak puas dengan bursa transfer musim dingin Al Nassr yang relatif sepi. Di tengah riuh kabar tersebut, Liga Pro Saudi merespons melalui pernyataan kepada BBC Sport yang menegaskan prinsip dasar kompetisi: seberapa pun besarnya status seorang pemain, tidak ada yang berada di atas klub.

Sejak pindah dari Manchester United pada 2022, Ronaldo menjadi wajah paling populer dari proyek ambisius sepak bola Saudi dan salah satu duta terbesar Liga Pro Saudi. Kedatangannya berkontribusi pada gelombang pemain Eropa yang memilih melanjutkan karier di kawasan tersebut, mendongkrak atensi global dan nilai komersial liga. Kontraknya masih menyisakan 18 bulan, dan dalam kurun waktu itu kontribusinya untuk Al Nassr tercatat mencolok: 111 gol dan 22 assist dalam 127 penampilan, dengan Piala Champions Klub Arab menjadi satu-satunya trofi yang ia raih bersama klub sejauh ini. Catatan tersebut menegaskan pengaruhnya di lapangan, sekalipun keputusan seleksi dan arah rekrutmen tetap berada dalam domain klub.

Pernyataan resmi Liga Pro Saudi yang dikirimkan kepada BBC Sport merangkum garis kebijakan yang ingin dihadirkan kompetisi: “Cristiano telah sepenuhnya terlibat dengan Al-Nassr sejak kedatangannya dan telah memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan ambisi klub. Seperti halnya pemain elit lainnya, ia ingin menang,” ujar juru bicara. “Tetapi tidak ada individu—betapa pun pentingnya—yang menentukan keputusan di luar klub mereka sendiri.” Pernyataan itu juga menyoroti dinamika bursa yang beragam di antara para kontestan liga: “Aktivitas transfer baru-baru ini menunjukkan kemandirian itu dengan jelas. Satu klub memperkuat diri dengan cara tertentu. Klub lain memilih pendekatan yang berbeda. Itu adalah keputusan klub, yang diambil dalam parameter keuangan yang disetujui.”

Absennya Ronaldo pada dua laga terakhir tentu mengundang tanya, terlebih mengingat perannya sebagai mesin gol sekaligus ikon global. Namun, dalam konteks manajemen skuad modern, berbagai faktor—mulai dari kebugaran, rotasi strategis, hingga penyesuaian taktik lawan—dapat memengaruhi keputusan. Spekulasi terkait ketidakpuasan terhadap aktivitas transfer musim dingin menambah lapisan narasi di luar lapangan, namun hingga kini tidak ada klarifikasi langsung dari pemain atau klub yang mengafirmasi motif tersebut. Yang pasti, pesan Liga Pro Saudi jelas: otonomi klub dalam pengambilan keputusan, termasuk perencanaan rekrutmen dan seleksi pemain, adalah pilar yang dijaga di bawah rambu finansial yang telah disepakati.

Bagi Al Nassr, badai sorotan semacam ini bukan hal baru. Keberadaan Ronaldo tak hanya membawa ketajaman di lini serang tetapi juga eksposur media dan ekspektasi tinggi yang menyertainya. Dalam lanskap itu, keseimbangan antara kebutuhan kompetitif jangka pendek dan visi jangka panjang menjadi krusial. Minimnya aktivitas pada jendela transfer musim dingin, seperti yang disorot media Portugal, mungkin menimbulkan pertanyaan tentang ambisi klub menghadapi fase krusial musim, namun kemandirian dalam menentukan prioritas—apakah itu stabilitas skuad, efisiensi finansial, atau akurasi profil rekrutan—tetap menjadi hak prerogatif manajemen.

Terlepas dari perdebatan, pencapaian Ronaldo di lapangan berbicara sendiri. Rata-rata kontribusi golnya—gabungan gol dan assist—mencerminkan standar kelas dunia yang masih ia bawa di usia matang. Piala Champions Klub Arab yang diraih bersama Al Nassr memang menjadi satu-satunya trofi sejauh ini, namun keberhasilan tersebut turut menegaskan daya saing klub di kawasan. Bagi pendukung, fokus kini tertuju pada apakah absennya Ronaldo hanya bersifat temporer atau menjadi indikasi penyesuaian yang lebih luas di tubuh tim, terutama ketika kompetisi memasuki fase-fase yang menuntut konsistensi.

Liga Pro Saudi, melalui garis tegas bahwa tidak ada pemain yang lebih besar dari klub, juga mengirimkan sinyal ke seluruh ekosistem: proyek besar ini dibangun di atas struktur dan tata kelola yang ingin berkelanjutan, bukan sekadar magnet nama besar. Dalam kerangka itu, Ronaldo tetap figur sentral—ikon yang membantu menyalakan lampu sorot—namun laju kompetisi dan keputusan kunci tetap ditentukan oleh institusi, bukan individu. Bagi Al Nassr dan para rivalnya, pekan-pekan berikutnya akan memperlihatkan bagaimana kebijakan transfer, rotasi, serta manajemen ego bintang berkelindan dengan target di atas lapangan, sementara para penggemar menanti momen ketika sang nomor tujuh kembali memimpin dari depan.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Ke-90 Raul Garcia Guncang Madrid, Osasuna Hancurkan Takhta Sementara

City Makin Dekat: Dua Gol Nico O’Reilly Tekuk Newcastle, Tekanan ke Arsenal…

Atletico Tertahan di Jan Breydel: Drama Enam Gol, VAR, dan Keunggulan yang…

PSG Balikkan Skor 0-2 Jadi 3-2 di Monaco, Modal Emas Jelang Penentuan…

Vinicius Memecah Sunyi di Da Luz: Kemenangan Tipis Real Madrid Dinodai Dugaan…

Scroll to Top