Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Tuchel Umumkan Skuad 35 Pemain, Maguire dan Mainoo Kembali — Trent Alexander-Arnold Justru Ditinggal

 

Cairscore – Manajer timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengumumkan skuad 35 pemain pada hari Jumat dalam rangka persiapan menghadapi dua laga persahabatan bulan Maret ini — melawan Uruguay dan Jepang. Pengumuman itu sekaligus membawa kabar yang ditunggu-tunggu oleh sebagian pendukung The Three Lions: kembalinya Harry Maguire ke dalam timnas, untuk pertama kalinya sejak 2024. Namun di sisi lain, keputusan Tuchel untuk tidak memanggil Trent Alexander-Arnold menjadi perbincangan paling panas di antara seluruh nama yang masuk dan tidak masuk dalam daftar tersebut.

Maguire, bek berusia 33 tahun yang telah mengoleksi 64 caps bersama timnas Inggris, memang melewatkan momen yang menyakitkan dalam sejarah tim ketika ia tidak dipanggil untuk Kejuaraan Eropa 2024. Turnamen itu sendiri berakhir dengan pil pahit bagi Inggris, yang harus puas sebagai runner-up setelah kalah di partai puncak. Absennya Maguire dari skuad Euro kala itu menjadi sinyal bahwa kariernya bersama timnas mungkin telah menemui ujungnya. Namun Maguire membuktikan bahwa ia bukan pemain yang mudah menyerah.

Dalam beberapa pekan terakhir, penampilan Maguire di Manchester United mengalami kebangkitan yang signifikan. Ia tampil lebih konsisten dan solid di lini belakang United, cukup meyakinkan Tuchel bahwa sang kapten lama masih layak mengenakan seragam timnas. Tidak hanya Maguire, rekan setimnya di Old Trafford, gelandang muda berbakat Kobbie Mainoo, juga mendapatkan kembali tempat di skuad nasional. Keduanya menjadi simbol bahwa pemain-pemain United yang sempat kehilangan tempat kini perlahan merebut kembali kepercayaan pelatih berkebangsaan Jerman tersebut.

Kabar menggembirakan lainnya datang dari Spanyol. Jude Bellingham, gelandang andalan Real Madrid, turut masuk dalam daftar panggilan Tuchel meskipun sebelumnya ia harus menepi selama beberapa minggu akibat cedera hamstring. Pemain yang musim lalu menjadi salah satu penampil terbaik di La Liga dan Liga Champions itu kini dinyatakan cukup pulih untuk kembali bergabung dengan tim nasional. Kehadiran Bellingham tentu menjadi angin segar bagi Inggris, mengingat peran vitalnya dalam skema permainan Tuchel sebagai jangkar kreatif sekaligus ancaman dari lini tengah.

Namun, di balik sederet kabar positif itu, satu nama justru mencolok karena ketidakhadirannya: Trent Alexander-Arnold. Bek sekaligus gelandang serba bisa Liverpool itu tidak masuk dalam skuad, dan keputusan tersebut langsung memantik pertanyaan dari banyak pihak. Tuchel pun tidak menghindari topik tersebut dalam konferensi pers. Dengan lugas dan jujur, ia mengakui bahwa ini bukanlah keputusan yang mudah.

“Saya tahu ini sulit, saya tahu ini nama besar, bakat luar biasa, dan karier yang hebat,” ujar Tuchel. “Tetapi saya merasa tahu apa yang bisa diberikan Trent kepada kami, dan memutuskan untuk tetap menggunakan pemain yang sudah berada di kamp bersama kami.” Tuchel bahkan menegaskan bahwa ia sangat menghargai kemampuan Alexander-Arnold. “Saya tahu betul apa yang bisa ditawarkan Trent kepada kami. Saya telah bermain berkali-kali melawannya dan menderita ketika dia bermain melawan tim saya. Saya tahu betul tentang kekuatannya,” tambahnya. Pernyataan itu mengindikasikan bahwa keputusan ini bukan karena meragukan kualitas Alexander-Arnold, melainkan pertimbangan taktis dan kekompakan skuad yang sudah terbentuk.

Dua laga persahabatan ini akan menjadi ujian penting bagi Tuchel dalam meramu kombinasi terbaik sebelum Piala Dunia. Inggris akan menjamu Uruguay terlebih dahulu di Stadion Wembley pada 27 Maret, sebelum kemudian menghadapi Jepang di venue yang sama empat hari berselang, pada 31 Maret. Kedua pertandingan itu diharapkan memberikan gambaran lebih jelas soal skema dan starting eleven yang akan diandalkan Tuchel di turnamen terbesar dunia tersebut.

Persiapan Inggris tidak berhenti di situ. Tuchel dan stafnya telah merancang agenda yang lebih komprehensif menjelang Piala Dunia, dengan menjadwalkan dua laga pemanasan tambahan pada bulan Juni — menghadapi Selandia Baru dan Kosta Rika. Empat laga uji coba ini dirancang untuk memberikan waktu yang cukup bagi Tuchel guna mencoba berbagai kombinasi, menyesuaikan taktik, dan memastikan kondisi fisik seluruh pemain berada di puncaknya ketika turnamen resmi dimulai.

Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar secara bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko — sebuah edisi bersejarah yang untuk pertama kalinya menampilkan 48 tim peserta. Inggris berada di Grup L, di mana mereka akan berhadapan dengan Kroasia, Ghana, dan Panama pada babak penyisihan grup. Laga perdana The Three Lions dijadwalkan pada 17 Juni melawan Kroasia di Dallas — sebuah duel sarat memori, mengingat Kroasia pernah mengalahkan Inggris di semifinal Piala Dunia 2018 dan Euro 2020.

Dengan panggilan kembali Maguire dan Mainoo, pulihnya Bellingham, serta keputusan kontroversial soal Alexander-Arnold, skuad Inggris asuhan Tuchel kini tengah berada di titik yang krusial. Setiap keputusan yang diambil dalam dua bulan ke depan akan menentukan apakah tahun 2026 akhirnya menjadi tahun Inggris mengakhiri dahaga gelar juara dunia yang telah berlangsung selama enam dekade.

HOT NEWS

TRENDING

Malam Gemilang di Madrid: Bayern Tundukkan Raja Eropa, namun Mbappe Pastikan Pertempuran…

Flick Angkat Bicara: Yamal yang Emosional Adalah Berkah, Bukan Beban bagi Barcelona

Santiago Bernabeu Menanti: Real Madrid Taruhkan Warisan, Bayern Munich Datang dengan Lapar…

Gol Sundulan Belati Muriqi di Menit Tersisa Kubur Asa Madrid, Los Blancos…

Haaland Menghancurkan Segalanya: Hat-trick Mesin Norwegia Kubur Liverpool dalam Mimpi Buruk yang…

Scroll to Top