Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Doku Selamatkan City dari Kekalahan, tapi Mimpi Gelar Makin Jauh saat Arsenal Tertawa Paling Akhir

 

Cairscore Manchester City nyaris tersungkur di Goodison Park, Selasa dini hari WIB, sebelum Jeremy Doku muncul sebagai pahlawan di menit ke-96 untuk mencuri satu poin dari drama enam gol yang menghebohkan. Hasil imbang 3-3 melawan Everton itu mungkin terasa seperti penyelamatan bagi City di permukaan, tetapi di balik angka tersebut tersimpan sebuah kebenaran pahit — peluang mereka untuk merebut gelar Liga Premier musim ini kini nyaris sekedar angan-angan belaka.

Sementara City berjuang keluar dari lubang yang sebagian besar mereka gali sendiri di Merseyside, Arsenal justru duduk tenang di puncak klasemen dengan keunggulan lima poin, ditambah satu pertandingan di tangan. Bagi The Gunners, matematikanya kini sangat sederhana: menangkan tiga laga sisa, dan penantian 22 tahun atas gelar juara Inggris akhirnya akan terbayar lunas. Laga kandang Everton ini bukan sekadar pertandingan biasa — ini adalah momen di mana nasib sebuah musim bergulir dan berputar dalam waktu kurang dari 90 menit.

Pep Guardiola datang ke Goodison dengan rasa optimisme yang beralasan. City baru saja merebut tiket final Piala FA setelah mengalahkan Southampton akhir pekan lalu, meski Guardiola saat itu merotasi skuadnya secara besar-besaran. Kini, dengan skuad utama yang telah beristirahat hampir dua pekan penuh dari jadwal liga, the Citizens tampil segar dan bertenaga sejak menit pertama. Everton yang berjuang keras menghindari zona degradasi langsung terpojok di kotak penalti mereka sendiri, nyaris tak mampu bernapas dalam tekanan bertubi-tubi dari tim tamu.

Dominasi itu akhirnya berbuah hasil konkret dua menit sebelum turun minum. Rayan Cherki, dengan visi bermain yang tajam, menemukan Doku yang bergerak bebas di sisi kanan. Winger Belgia itu tak butuh dua kali berpikir — satu sentuhan, satu tembakan melengkung, dan bola bersarang manis di sudut kanan atas gawang Jordan Pickford yang tak berkutik. Gol yang indah, dan seolah menjadi penegasan bahwa malam ini akan menjadi milik City. Situasi bahkan bisa lebih menguntungkan tamu sebelum turun minum, andai wasit memberikan kartu merah kepada Michael Keane atas tekel keras yang menjatuhkan Doku — tetapi sang bek hanya diganjar kartu kuning.

Keputusan itu kelak akan terasa sangat berat bobotnya.

Babak kedua adalah cerita yang sepenuhnya berbeda. City keluar dari ruang ganti dengan kepercayaan diri yang justru menjebak mereka. Ada dua momen peringatan yang diabaikan begitu saja — Gianluigi Donnarumma memang sempat menggagalkan upaya Iliman Ndiaye, namun bola pantul di area berbahaya dibiarkan begitu saja tanpa ada pemain City yang sigap mengamankan. Ndiaye kembali mendapat peluang emas setelah Matheus Nunes melakukan kesalahan mendasar, tetapi kiper raksasa Italia itu kembali tampil gemilang. Dua kali Everton dihalau, dua kali City tidak mengambil pelajaran.

Ketika gol penyama itu akhirnya datang, City sendiri yang membuka pintunya. Umpan balik Marc Guehi yang tidak terukur justru menjadi assist sempurna bagi Thierno Barry, yang dengan tenang menuntaskan tugasnya melewati Donnarumma yang tak bisa berbuat apa-apa. Goodison Park meledak. Dan belum sempat City menenangkan diri, bencana kedua datang. Abdoukhalil Khusanov kehilangan bola karena direbut Ndiaye, dan meski Guehi sempat melakukan penyelamatan terakhir yang heroik, tendangan sudut yang dihasilkan menjadi bumerang — Jake O’Brien melompat paling tinggi di antara semua pemain dan menyundul bola masuk ke gawang. 2-1 untuk Everton.

Momentum kini sepenuhnya beralih ke tuan rumah, dan City benar-benar kewalahan. Barry kembali menyengat, kali ini menuntaskan umpan silang Merlin Rohl yang sedikit terdefleksi, dan tiba-tiba skor berubah menjadi 3-1 untuk Everton. Stadion Hill Dickinson berguncang. Bagi tim Guardiola, ini bukan lagi sekadar kekalahan dalam sebuah pertandingan — ini adalah ancaman nyata terhadap satu-satunya hal yang tersisa dari musim mereka di liga.

Namun City menolak menyerah begitu saja. Dalam hitungan detik setelah gol ketiga Everton, langsung dari kick-off, Mateo Kovacic melepaskan operan terobosan kepada Erling Haaland. Sang bomber Norwegia, yang selalu punya insting di depan gawang, menuntaskannya dengan dingin untuk membuat papan skor menjadi 3-2. Harapan kecil itu menyala kembali.

Dan kemudian, seperti yang sudah berkali-kali ia lakukan musim ini, Doku muncul di saat paling kritis. Di menit ke-96, ketika banyak orang sudah mengira laga telah usai, winger itu menggelinding melewati pertahanan Everton dan melepaskan tembakan sensasional yang menyamakan kedudukan menjadi 3-3. Satu poin berhasil diselamatkan. Satu poin yang, setidaknya secara teknis, membuat City belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan.

Tetapi angka tak pernah bisa berbohong. City kini tertinggal lima poin dari Arsenal dengan hanya menyisakan satu pertandingan lebih banyak. Untuk bisa juara, mereka harus memenangkan seluruh sisa laga dan berharap Arsenal tersandung — sebuah skenario yang terasa semakin mustahil mengingat The Gunners akan menghadapi West Ham yang terancam degradasi pada hari Minggu, lalu menjamu Burnley, dan menutup musim dengan mengunjungi Crystal Palace. Tiga laga, tiga kemenangan, dan mimpi itu menjadi kenyataan. Bagi Arsenal dan Mikel Arteta, jalannya terasa terang benderang.

Bagi City, malam di Goodison Park adalah pengingat pahit tentang betapa mahalnya harga sebuah kelengahan. Mereka datang dengan peluang nyata untuk menekan Arsenal, tetapi pulang dengan satu poin yang terasa seperti penghiburan. Drama enam gol itu mungkin akan dikenang sebagai momen di mana gelar Liga Premier musim ini benar-benar berpindah tangan — meski trofi belum juga diserahkan.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Akhir, dan Bayangan Spionase: Hull City Akhirnya Kembali ke Liga…

Aston Villa Bangkit dengan Gemilang, Hancurkan Nottingham Forest dan Melangkah Gagah Menuju…

Dembélé Membungkam Allianz Arena, PSG Melaju ke Final Liga Champions untuk Pertahankan…

Emery: Masa Depan Aston Villa Tetap Cerah Meski Impian Liga Europa Kian…

Doku Selamatkan City dari Kekalahan, tapi Mimpi Gelar Makin Jauh saat Arsenal…

Scroll to Top