#CAIRSCORE Cairbos
Crystal Palace Torehkan Sejarah Eropa, Mateta Jadi Pahlawan di Malam Perpisahan Glasner yang Tak Terlupakan
Cairscore – Di bawah lampu sorot Leipzig pada malam Rabu yang bersejarah, Crystal Palace menuliskan babak paling gemilang dalam perjalanan panjang mereka sebagai klub sepak bola. Dengan gol tunggal dari Jean-Philippe Mateta pada menit ke-51, Palace menundukkan Rayo Vallecano 1-0 di final Liga Konferensi UEFA untuk pertama kalinya meraih trofi Eropa dalam sejarah mereka yang telah berlangsung lebih dari satu abad. Kemenangan itu bukan sekadar angka di papan skor — ia adalah penanda era baru bagi sebuah klub yang selama ini lebih sering berjuang untuk bertahan daripada bersaing memperebutkan gelar.
Namun malam itu juga menjadi malam perpisahan. Oliver Glasner, pelatih asal Austria yang telah mengubah wajah Crystal Palace secara fundamental, menutup masa jabatannya dengan cara yang paling indah yang bisa ia bayangkan — mengangkat trofi Eropa bersama klub yang ia pimpin hanya dalam dua setengah tahun terakhir. Tak ada cara yang lebih sempurna untuk berpamitan.
Jalannya pertandingan mencerminkan ketegangan yang wajar dari sebuah final. Babak pertama berlangsung ketat dan hati-hati, dengan kedua tim tampak lebih waspada terhadap kesalahan daripada berani mengambil risiko. Peluang jelas hampir tidak ada. Rayo Vallecano, yang datang ke Leipzig dalam performa mengesankan — tak terkalahkan dalam sembilan laga terakhir — sempat memiliki peluang paling nyata di babak pertama ketika Alemao melepaskan tembakan yang tipis melenceng dari tiang gawang pada menit ke-25. Palace pun hampir membobol gawang Rayo sesaat sebelum jeda, ketika Adam Wharton menyajikan umpan silang terukur yang sempurna melewati pertahanan Rayo, namun sundulan Tyrick Mitchell melambung sedikit di atas mistar.
Babak kedua membawa perubahan ritme. Palace menemukan kepercayaan diri mereka dan mulai menekan lebih agresif. Gol yang menentukan datang melalui sebuah momen yang memadukan kerja keras dan kejelian. Kiper Rayo, Augusto Batalla, berhasil menepis tembakan keras Wharton dari luar kotak penalti dengan kedua tangannya, namun bola justru mental ke arah yang tidak menguntungkan — langsung mengarah ke Mateta. Striker Prancis itu bereaksi secepat kilat, menyambar bola rebound untuk merobek gawang Rayo dan membuat Leipzig riuh dengan sorak sorai pendukung Palace.
Kegembiraan hampir berlipat ganda tak lama kemudian ketika Palace menyentuh serangkaian keberuntungan dan sial dalam satu momen dramatis. Tendangan bebas dari Yeremy Pino membentur kedua tiang gawang berturut-turut, kemudian memantul dari seorang bek sebelum kembali menyentuh tiang untuk ketiga kalinya — namun entah bagaimana Rayo mampu menghalau bahaya itu. Meski demikian, keunggulan satu gol terasa cukup bagi Palace yang tampil solid dan disiplin. Mereka mengelola sisa pertandingan dengan tenang, menahan tekanan Rayo yang semakin nekat, dan akhirnya mengamankan gelar yang akan dikenang selamanya.
Bagi Mateta, malam itu memiliki makna yang berlapis. Striker berkebangsaan Prancis itu hampir tidak berada di sana sama sekali. Pada jendela transfer musim dingin, ia nyaris pindah ke AC Milan, namun kepindahan itu gagal terwujud lantaran ia tidak lolos pemeriksaan medis. Takdir, rupanya, telah menyimpan momen yang lebih besar untuknya. “Saya merasa fantastis,” ujar Mateta dengan penuh emosi usai pertandingan. “Pertama kali di Eropa, kami berhasil. Itu dia! Sekarang aku hanya ingin merayakan, aku hanya ingin berpesta. Aku lelah, kawan. Aku sudah memberikan segalanya. Tim juga memberikan segalanya dan itulah mengapa kami menang hari ini.”
Kemenangan ini juga datang di tengah cobaan yang tidak ringan. Sepanjang musim, Palace harus menghadapi kepergian dua pilar utama mereka — Eberechi Eze dan Marc Guehi — yang keduanya dijual dalam waktu berdekatan. Guehi bahkan baru pindah ke Manchester City pada Januari lalu, nyaris di tengah perjalanan Eropa Palace. Kemampuan mereka untuk tetap kompetitif dan akhirnya menjuarai kompetisi Eropa perdana mereka di tengah pergolakan skuad seperti itu menjadi bukti nyata kualitas kepelatihan Glasner dan kedalaman karakter dalam tim ini.
Glasner sendiri mengakhiri petualangannya di Selhurst Park dengan warisan yang sulit ditandingi. Dalam dua setengah tahun, ia mengumpulkan tiga trofi — Piala FA musim lalu, Community Shield di awal musim ini, dan kini mahkota Liga Konferensi UEFA. Semua itu adalah gelar pertama dalam sejarah Crystal Palace, pencapaian yang mengubah cara pandang tidak hanya para pendukung, tetapi juga seluruh dunia sepak bola terhadap klub dari London selatan itu. Bagi seorang pelatih yang telah lebih dahulu memenangkan Liga Europa bersama Eintracht Frankfurt pada 2022, gelar ini semakin menegaskan identitasnya sebagai salah satu spesialis turnamen sistem gugur paling mumpuni di Eropa.
Adam Wharton, gelandang yang tampil luar biasa malam itu setelah sebelumnya diragukan karena cedera pergelangan kaki — dan sempat membuat Palace cemas menjelang kick-off sebelum akhirnya dinyatakan fit untuk menjadi starter — berbicara dengan penuh rasa hormat tentang pelatih yang akan segera meninggalkan mereka. “Perbedaan yang dia buat dalam dua setengah tahun sungguh luar biasa,” kata Wharton kepada TNT Sports. “Tiga trofi, yang pertama dalam sejarah klub, kompetisi Eropa pertama dan memenangkannya. Dia harus menjadi salah satu manajer terbaik yang pernah dimiliki Palace dan dia telah membuat perbedaan besar dalam cara klub memandang kompetisi sekarang — kami ingin memenangkannya.”
Ada dimensi lain yang mempermanis kemenangan ini. Musim ini, Palace sebenarnya dijadwalkan berkompetisi di Liga Europa, namun mereka terdegradasi ke Liga Konferensi akibat terjerat regulasi kepemilikan multi-klub. Dengan memenangkan Liga Konferensi, Glasner justru berhasil memenuhi janjinya sendiri: mengembalikan Palace ke panggung Liga Europa musim depan. Sebuah ironi yang manis — turun kompetisi karena aturan administrasi, lalu keluar sebagai juara dari kompetisi itu.
Kemenangan Palace juga menempatkan mereka dalam panteon klub-klub London yang mendominasi kompetisi Eropa tingkat ketiga ini. Mereka menjadi tim London ketiga dalam empat tahun terakhir yang mengangkat trofi ini, mengikuti jejak West Ham pada 2023 dan Chelsea pada 2025. Dominasi klub-klub Liga Premier di kompetisi Eropa semakin terasa nyata, apalagi dengan Aston Villa yang juga sudah mengunci gelar Liga Europa musim ini. Bila Arsenal berhasil mengalahkan Paris Saint-Germain di final Liga Champions pada hari Sabtu mendatang, maka klub-klub Inggris akan menyapu bersih seluruh trofi Eropa dalam satu musim — sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sementara itu, di kubu Rayo Vallecano, malam ini adalah kesempatan yang mungkin tidak akan datang lagi dalam waktu dekat. Klub Spanyol itu tiba di Leipzig dengan momentum luar biasa, mengalahkan Strasbourg — yang berada dalam konsorsium kepemilikan BlueCo yang sama dengan Chelsea — di babak semifinal sebagai underdog. Mereka tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan terakhir dan, seperti halnya Palace yang finis di posisi ke-15 di Liga Premier, Rayo yang finis kedelapan di La Liga sama-sama memandang final ini sebagai satu-satunya tiket mereka kembali ke Eropa musim depan. Namun malam ini bukan malam mereka.
Malam ini adalah milik Crystal Palace. Milik Mateta yang menolak menyerah pada nasib. Milik Wharton yang bermain dengan nyeri namun tak pernah menyerah. Milik seluruh skuad yang tetap berdiri kokoh meski ditinggal bintang-bintang terbaiknya. Dan di atas segalanya, malam ini adalah milik Oliver Glasner — seorang pelatih yang datang ke London selatan dan meninggalkannya sebagai legenda abadi.
-
01 Sep 2026Hat-trick Bruno Fernandes Antar Manchester United Bangkit dan Hancurkan Ipswich 5-2
-
30 Aug 2026Rafael Leao Bersiap Mengakhiri Tujuh Musim Bersama AC Milan
-
30 Aug 2026Newcastle Redam Tottenham yang Boros Belanja lewat Elanga dan Wissa
-
29 Aug 2026Cherki Menggebrak Selhurst Park, City Tekuk Palace 4-1 tanpa Drama Akhir
-
29 Aug 2026PSG Selamat di Markas Lille: Gol Vitinha dan Sundulan Marquinhos Menutup Drama 2-2
-
21 Aug 2026Arteta Jaga Ketenangan Arsenal di Tengah Rumor Ezri Konsa Jelang Pembuka Premier League
-
21 Aug 2026Romero Nilai Alvarez Tetap Fokus saat Atletico Teguh Menahannya
-
19 Aug 2026Yael Trepy Dirawat Intensif di Sassari Usai Dilaporkan Hampir Tenggelam di Sardinia
-
19 Aug 2026Lens Tundukkan PSG 1-0 dan Gagalkan Trofi Kedua dalam Lima Hari
-
19 Aug 2026Kamerun Akhiri Penantian Panjang dengan Menjuarai WAFCON Usai Menundukkan Malawi 3-0
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Newcastle Redam Tottenham yang Boros Belanja lewat Elanga dan Wissa Cairnews – Newcastle United menghukum Tottenham…
#CAIRSCORE Cairbos Arteta Jaga Ketenangan Arsenal di Tengah Rumor Ezri Konsa Jelang Pembuka Premier League Cairscore – Arsenal…
#CAIRSCORE Cairbos Jeremy Doku Ikat Masa Depan di Man City hingga 2031, Era Enzo Maresca Jadi Magnet Cairscore…
#CAIRSCORE Cairbos Arsenal Disebut Capai Kesepakatan £75 Juta untuk Bruno Guimaraes Cairscore – Arsenal disebut telah mencapai kesepakatan…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol