Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Dari Amsterdam ke New York: Drama Paspor Dicuri Tak Halangi Abdulhamid Menuju Piala Dunia

 

Cairscore – Perjalanan Saud Abdulhamid menuju Piala Dunia FIFA 2026 nyaris terganjal oleh kejadian yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan sepak bola. Bek berusia 26 tahun milik Arab Saudi itu terpaksa tertinggal dari rombongan skuad nasionalnya bukan karena cedera, bukan karena persoalan teknis, melainkan karena paspornya dicuri saat ia sedang merayakan momen paling bahagia dalam hidupnya — upacara pernikahannya di Amsterdam, Belanda.

Namun kisah itu kini berakhir dengan kabar yang melegakan. Abdulhamid akhirnya dipastikan akan bergabung dengan kamp pelatihan tim nasional Arab Saudi di Amerika Serikat pada hari Kamis, setelah berhasil menyelesaikan semua urusan administrasi terkait paspor pengganti yang sempat menunda keberangkatannya selama beberapa hari.

Cerita bermula ketika Abdulhamid seharusnya sudah melapor ke kamp persiapan di Riyadh pada hari Senin. Jadwal itu dirancang agar ia bisa berangkat bersama seluruh skuad menuju Amerika Serikat, tempat Arab Saudi memulai serangkaian program latihan intensif jelang turnamen akbar yang akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut. Namun rencana itu buyar ketika pembobolan terjadi di Amsterdam dan paspor Abdulhamid raib bersama barang-barang yang dicuri. Ia sedang berada di kota itu bersama keluarga untuk menghadiri pernikahannya — sebuah peristiwa yang dalam sekejap berubah menjadi situasi penuh tekanan di tengah euforia yang seharusnya ia nikmati sepenuhnya.

Kehilangan paspor di negeri orang, apalagi di tengah momen pribadi yang begitu penting, tentu bukan perkara sederhana. Namun proses penggantian dokumen itu rupanya berjalan lebih cepat dari yang dibayangkan, berkat campur tangan langsung dari otoritas Arab Saudi. Abdulhamid sendiri mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada pihak berwenang negaranya yang membantu mempercepat pengurusan paspor darurat. Tak lama setelah masalah itu terselesaikan, ia menulis pesan singkat namun penuh semangat di platform X: “Mari kita pergi ke Piala Dunia.”

Kalimat itu menjadi penanda bahwa petualangan Abdulhamid menuju Amerika Serikat akhirnya bisa dimulai. Pemain yang musim ini dipinjamkan ke klub Ligue 1 Prancis, Lens, dari klubnya AS Roma itu kini dijadwalkan langsung menuju New York untuk bergabung dengan skuad sementara yang beranggotakan 30 pemain di bawah arahan pelatih kepala Georgios Donis. Kehadiran Abdulhamid di dalam skuad tentu menjadi penting, mengingat kualitas dan pengalamannya selama berkarier di liga-liga kompetitif Eropa.

Arab Saudi sendiri telah memulai program persiapan Piala Dunia secara serius dengan menggelar serangkaian kamp pelatihan di dua negara bagian Amerika Serikat, yakni New York dan Texas. Selain sesi latihan intensif, tim asuhan Donis juga dijadwalkan menjalani sejumlah laga persahabatan sebagai batu uji sebelum turnamen resmi dimulai. Ekuador, Puerto Riko, dan Senegal adalah tiga lawan yang akan dihadapi Arab Saudi dalam rangkaian uji coba tersebut — pilihan lawan yang cukup beragam secara gaya bermain dan memberikan simulasi yang bervariasi bagi tim.

Di panggung Piala Dunia nanti, Arab Saudi tergabung dalam Grup H yang menjanjikan persaingan ketat. Mereka akan membuka kampanye mereka dengan menghadapi Uruguay di Miami pada 15 Juni. Laga kedua akan semakin menantang ketika mereka bertemu Spanyol — salah satu kandidat kuat juara — di Atlanta pada 21 Juni. Perjalanan fase grup mereka kemudian ditutup dengan menghadapi Tanjung Verde di Houston pada 26 Juni. Rangkaian pertandingan itu menuntut Arab Saudi tampil dalam kondisi terbaik sejak menit pertama, dan itulah mengapa setiap pemain, termasuk Abdulhamid, diperlukan hadir dan siap sedini mungkin di kamp pelatihan.

Bagi Abdulhamid secara pribadi, bergabungnya ia ke kamp meski dengan penundaan beberapa hari bisa dibaca sebagai gambaran dari tekad yang tidak mudah goyah. Di usia 26 tahun, berada di Piala Dunia merupakan puncak dari perjalanan karier yang telah membawanya dari Liga Pro Saudi, kemudian ke Serie A Italia bersama Roma, hingga kini memperkuat Lens di Prancis. Drama di Amsterdam mungkin akan menjadi cerita yang ia kenang lama — tentang bagaimana sebuah peristiaan tak terduga nyaris mengacaukan impian, sebelum akhirnya semua berjalan pada tempatnya, dan ia pun siap melangkah ke atas pesawat menuju Amerika Serikat dengan satu tujuan yang jelas di benaknya.

HOT NEWS

TRENDING

Dari Tempat Gelap ke Puncak Inggris: Saka dan Arsenal Akhirnya Bungkam Semua…

Gol Menit Akhir, dan Bayangan Spionase: Hull City Akhirnya Kembali ke Liga…

Aston Villa Bangkit dengan Gemilang, Hancurkan Nottingham Forest dan Melangkah Gagah Menuju…

Dembélé Membungkam Allianz Arena, PSG Melaju ke Final Liga Champions untuk Pertahankan…

Emery: Masa Depan Aston Villa Tetap Cerah Meski Impian Liga Europa Kian…

Scroll to Top