Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Dua Gol, Dua Kemenangan Beruntun, dan Satu Nafas Lega: Tottenham Lolos dari Jurang Degradasi

 

Cairscore Tottenham Hotspur akhirnya bisa menarik napas lega. Kemenangan 2-1 atas Aston Villa di Villa Park pada Minggu dini hari waktu Indonesia membawa mereka keluar dari zona degradasi Liga Premier, setidaknya untuk sementara ini. Hasil itu bukan sekadar tiga poin biasa — ini adalah deklarasi bahwa tim asuhan Roberto De Zerbi belum menyerah pada musim yang sejak awal sudah terasa seperti mimpi buruk.

Tottenham datang ke Birmingham dengan modal yang tipis namun berharga. Akhir pekan sebelumnya, mereka mengakhiri puasa kemenangan panjang — 15 pertandingan tanpa menang di liga sejak Desember — lewat kemenangan 1-0 atas Wolverhampton yang sudah terdegradasi. Kemenangan itu sekaligus menjadi yang pertama bagi De Zerbi sejak ia ditunjuk menggantikan pelatih sementara Igor Tudor, yang sendiri dipekerjakan setelah pemecatan Thomas Frank yang hanya seumur jagung. Sekarang, De Zerbi berhasil mencatatkan kemenangan beruntun untuk pertama kalinya — Tottenham terakhir kali memenangkan dua laga berturut-turut adalah saat mengalahkan Brentford dan Slavia Prague pada bulan Desember.

Konteks laga ini juga dipengaruhi situasi di tempat lain. Kekalahan West Ham di kandang Brentford pada hari Sabtu telah mengendurkan tekanan di pundak Tottenham, sekaligus membuka pintu bagi mereka untuk melompati The Hammers di klasemen. Spurs memanfaatkan peluang itu dengan sempurna. Kemenangan ini membawa mereka satu poin di atas West Ham yang kini menempati posisi ketiga dari bawah, zona yang justru baru saja ditinggalkan Tottenham. Berada di posisi keempat dari bawah, Tottenham kini memegang kendali atas nasib mereka sendiri, dengan tiga pertandingan tersisa melawan Leeds, Chelsea, dan Everton untuk memastikan mereka terhindar dari penghinaan terdegradasi ke divisi kedua — sebuah noda yang belum pernah mereka rasakan sejak musim 1977-78.

Di sisi lain, Villa datang ke laga ini bukan dalam kondisi terbaik — dan memang tidak berniat demikian. Unai Emery melakukan tujuh perubahan dari tim yang kalah 1-0 dari Nottingham Forest pada leg pertama semifinal Liga Europa hari Kamis, dengan jelas memprioritaskan leg kedua yang akan digelar Kamis mendatang. Keputusan itu sangat terasa di lapangan. Villa, yang sebetulnya sedang berjuang mempertahankan posisi lima besar demi tiket Liga Champions — mereka unggul enam poin dari Bournemouth di posisi keenam — tampil jauh di bawah kemampuan terbaik mereka.

Tottenham, meski datang dengan daftar cedera yang melemahkan, justru tampil dengan semangat yang bertolak belakang dengan performa mereka sepanjang musim. De Zerbi kehilangan Xavi Simons, Dominic Solanke, Guglielmo Vicario, Cristian Romero, Mohammed Kudus, dan Dejan Kulusevski, antara lain. Namun pelatih asal Italia itu dengan tegas mengatakan sehari sebelum laga bahwa timnya tidak boleh meratapi daftar cedera tersebut — dan para pemainnya merespons tantangan itu dengan penampilan penuh determinasi.

Tottenham langsung mencekik permainan sejak peluit awal. Tekanan tinggi tanpa henti yang mereka terapkan membuat para pemain cadangan Villa tak nyaman, terus-menerus terdorong jauh ke dalam setengah lapangan sendiri. Gol pembuka lahir pada menit ke-12 dari situasi yang bermula dari lemparan jauh Kevin Danso. Bola hanya berhasil diblokir hingga ke tepi kotak penalti, dan di sanalah Conor Gallagher muncul dengan tenang — menyentuh bola sekali sebelum melepaskan tembakan rendah yang melewati Emiliano Martinez yang terlambat bereaksi. Gol itu memiliki makna tersendiri bagi Gallagher: itulah gol pertamanya di Liga Premier sejak mencetak gol untuk Chelsea pada 2024, sekaligus gol pertamanya sejak bergabung dari Atletico Madrid pada Januari lalu.

Euforia belum mereda ketika Joao Palhinha nyaris menggandakan keunggulan dengan tendangan keras dari jarak 20 yard yang membentur tiang gawang. Villa terus menerus ditekan dan Randal Kolo Muani pun sempat mengancam, tiba di tiang jauh menyambut umpan silang Mathys Tel dengan tembakan yang akhirnya berhasil ditepis Martinez. Namun tekanan Spurs terlalu berat untuk ditahan, dan Villa akhirnya jebol lagi pada menit ke-25. Umpan silang akurat Tel kali ini menemukan Richarlison di area yang tepat, dan striker Brasil itu menghukum penjagaan ceroboh Villa dengan sundulan terarah dari jarak 10 yard yang kembali melewati Martinez. Kegembiraan De Zerbi tak terbendung — ia melompat ke lapangan dan merayakan gol itu dengan selebrasi yang penuh luapan emosi.

Babak pertama berakhir dengan kenyataan yang memalukan bagi tuan rumah: Villa tidak mampu melepaskan satu tembakan pun sebelum peluit istirahat berbunyi, memancing sorakan ejekan dari para pendukung mereka sendiri yang frustrasi. Sebuah catatan historis menambah beratnya beban Villa: terakhir kali mereka berhasil bangkit dari ketertinggalan dua gol di babak pertama untuk menang di Liga Premier adalah pada tahun 2005 — dan mereka tidak pernah benar-benar mengancam untuk mengakhiri rekor itu malam itu.

Di babak kedua Villa mencoba tampil lebih baik, tetapi gol hiburan baru datang beberapa detik sebelum peluit panjang berbunyi. Sundulan Emiliano Buendia dari umpan silang Matty Cash di masa injury time hanyalah catatan kaki yang tidak mengubah apa pun. Bagi Villa, kekalahan ini adalah tumbal yang diterima demi fokus di Liga Europa. Bagi Tottenham, kemenangan ini adalah oksigen — dua kemenangan beruntun yang mengubah narasi sebuah musim yang hampir roboh seluruhnya.

Tiga laga tersisa. Satu poin keunggulan. Dan untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Tottenham benar-benar memegang kendali atas perjalanan mereka sendiri menuju akhir musim.

HOT NEWS

TRENDING

Gol Menit Akhir, dan Bayangan Spionase: Hull City Akhirnya Kembali ke Liga…

Aston Villa Bangkit dengan Gemilang, Hancurkan Nottingham Forest dan Melangkah Gagah Menuju…

Dembélé Membungkam Allianz Arena, PSG Melaju ke Final Liga Champions untuk Pertahankan…

Emery: Masa Depan Aston Villa Tetap Cerah Meski Impian Liga Europa Kian…

Doku Selamatkan City dari Kekalahan, tapi Mimpi Gelar Makin Jauh saat Arsenal…

Scroll to Top