Inggris Tetap Perkasa: Saka-Eze Kunci Kemenangan Atas Serbia, Bellingham Hanya Tampil 26 Menit
Cairscore – Inggris menjaga laju mulus menuju Piala Dunia dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Serbia di Wembley, Kamis (14/11/2025), namun sorotan besar tertuju pada minimnya menit bermain Jude Bellingham. Bukayo Saka membuka keunggulan di babak pertama sebelum Eberechi Eze memastikannya di penghujung laga, melanjutkan sapu bersih Tiga Singa di Grup K yang sudah memastikan tiket putaran final sekaligus memperpanjang rekor nirbobol mereka menjadi tujuh kemenangan beruntun.
Datang dengan modal 13 gol dari tiga laga sebelumnya, Inggris kali ini tampil lebih hemat peluang dan pragmatis. Keputusan Thomas Tuchel untuk kembali tidak menurunkan Bellingham sejak menit awal menjadi bahan perbincangan sejak daftar starting eleven dirilis. Sang pelatih memilih Morgan Rogers sebagai gelandang serang, melanjutkan kepercayaan yang sudah dibayar tuntas pemain Aston Villa itu pada Oktober lalu saat menggantikan peran Bellingham dalam kemenangan atas Wales dan Latvia. Bellingham sendiri baru dimasukkan ketika tersisa 26 menit, meneruskan periode naik-turun setelah cedera bahu yang membuatnya absen pada September dan kemudian menepi dari susunan utama pada Oktober.
Di lapangan, Inggris menguasai ritme tanpa benar-benar meledak. Suasana Wembley yang pernah dikritik Tuchel sebagai “sunyi” kembali terasa datar; lembaran pesawat kertas bahkan bertebaran ke lapangan di pertengahan pertandingan. Namun ketenangan itulah yang justru melahirkan gol pembuka. Pada menit ke-28, kiper Serbia Predrag Rajkovic meninju bola hasil tendangan bebas Declan Rice yang jatuh ke Nico O’Reilly; sepakan O’Reilly terblok dan bola liar mengarah ke Saka. Dari sudut sempit, penyerang Arsenal itu melepaskan voli terukur ke pojok jauh—gol ke-14 Saka dalam 47 penampilan untuk Inggris—yang mengangkat tempo tuan rumah. Sebelum jeda, umpan silang O’Reilly yang berbelok mengenai tiang dan sundulan Harry Kane yang melebar dari jarak dekat nyaris menambah keunggulan. Rogers juga muncul dengan kans berbahaya lewat tandukan yang tipis menyamping tepat sebelum turun minum, menegaskan alasan taktikal Tuchel menempatkannya sebagai nomor 10.
Serbia sempat mengancam di awal babak kedua. Dusan Vlahovic punya peluang emas melalui sentuhan tumit dari jarak dekat yang justru melenceng, sebuah momen yang menjadi penanda bahwa efektivitas—bukan dominasi—akan menentukan hasil malam itu. Merespons momentum yang mulai mengendur, Tuchel mengubah struktur serangan: Bellingham dimasukkan untuk menambah daya dorong, sementara Phil Foden—yang sempat absen dari tiga skuad sebelumnya—ditarik lebih tinggi untuk memainkan peran penyerang tengah menggantikan Kane. Pergeseran ini membuat Inggris kembali menekan blok pertahanan Serbia yang mulai turun dalam.
Hasilnya tiba pada menit ke-90. Bellingham menginisiasi kombinasi cepat di sepertiga akhir, mengalirkan bola ke Foden yang mengeksekusi umpan terobosan mendatar ke Eze. Tanpa kontrol berlebih, gelandang serang Crystal Palace itu melepaskan penyelesaian gemilang ke pojok atas dari tepi kotak penalti—gol pemungkas yang menegaskan kualitas lini serang Inggris sekalipun tanpa pesta gol. Skor 2-0 mengukuhkan tren pertahanan kukuh di bawah Tuchel: tujuh laga kualifikasi Piala Dunia tanpa sekali pun kebobolan, dan delapan kemenangan dari sembilan pertandingan sejak ia mengambil alih meski start awalnya sempat lambat. Kemenangan 5-0 atas Serbia pada September lalu menjadi titik balik, dan sejak itu konsistensi menjadi ciri utama Tiga Singa.
Di luar skor, dinamika Bellingham tetap menjadi narasi besar. Laporan mengenai sosoknya yang sesekali memecah opini di ruang ganti, serta insiden awal musim ketika Tuchel meminta maaf setelah komentar soal pandangan sang ibu terhadap gaya bermainnya yang berapi-api, membuat setiap keputusan soal menit bermainnya diperiksa dengan kaca pembesar. Sang pelatih bahkan pekan ini menegaskan bahwa Bellingham harus berjuang untuk merebut kembali tempat di XI utama menuju Piala Dunia. Dengan satu laga kualifikasi tersisa—tandang ke Albania pada Minggu—dan hanya dua uji coba di Maret sebelum pengumuman skuad final, cara Tuchel menyeimbangkan kebutuhan taktik, harmoni tim, dan status bintang akan terus menjadi bahan diskusi.
Di sisi lain, pilihan terhadap Rogers sejauh ini tampak terjustifikasi. Pergerakan antar lini dan kemampuan menyatukan fase serangan membuat Inggris tetap cair tanpa harus menggantungkan diri pada satu figur. O’Reilly juga memperlihatkan bahwa keberanian mengambil inisiatif dari area sayap mampu membuka ruang bagi Saka untuk masuk menusuk dari belakang full-back. Ketika Foden naik menjadi ujung tombak, variasi posisi ini memperkaya pola serangan Inggris dan memaksa Serbia menjaga kedalaman sekaligus lebar, membuka celah bagi Eze untuk mematikan laga di menit akhir.
Malam yang relatif senyap di Wembley mungkin tidak menghadirkan kembang api, tetapi bagi Tuchel justru memperkukuh dua fondasi penting: ketahanan defensif dan efisiensi. Inggris sudah memastikan kelolosan dan menyapu bersih Grup K tanpa kebobolan sejauh tujuh pertandingan, sembari menjaga rekor tandang sempurna yang akan kembali diuji di Albania. Di satu sisi, tuntutan publik akan hiburan dan intensitas tetap menggema—pesawat kertas di tribun adalah simbolnya—namun di sisi lain, jalan menuju turnamen akbar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tahun depan menuntut kestabilan seperti ini.
Pada akhirnya, kemenangan atas Serbia memberi Tuchel lebih dari sekadar tiga poin: ruang untuk bereksperimen, argumen untuk menuntut standar lebih tinggi dari para penyerang, dan waktu untuk mengurai simpul persoalan paling hangat bernama Jude Bellingham. Jika malam ini adalah gambaran mini tentang prioritas Inggris—solid terlebih dahulu, klinis kemudian—maka peta jalan menuju Piala Dunia kian jelas, meski teka-teki lini serang dan hierarki playmaker masih menunggu jawaban final pada musim semi mendatang.
-
23 Oct 2026Kursi Panas Manchester United Tak Pernah Aman, Michael Carrick Terancam Jadi Korban Berikutnya Usai Era Ferguson
-
23 Oct 2026Bruno Fernandes Soroti Taktik Michael Carrick, Manchester United Makin Terpuruk Usai Dibantai Como 4-1
-
21 Oct 2026Michael Carrick Tak Butuh Janji Manajemen, Kemenangan Jadi Harga Mati
-
21 Oct 2026Atlético Madrid Tahan Gempuran Stuttgart
-
19 Oct 2026Mbappe Menggila! Dua Gol Spektakuler Antar Real Madrid Bantai Sevilla 4-1
-
18 Oct 2026Sempat Gagal Penalti, Dembele Menggila! PSG Tekuk Strasbourg 3-1 dan Rebut Puncak Ligue 1
-
18 Oct 2026Barcelona Menggila! Hancurkan Real Betis 5-2, Flick Ukir Rekor Sempurna di Awal Musim
-
17 Oct 2026Argentina vs Uruguay Kembali Memanas! Derbi Río de la Plata Siap Tersaji pada November
-
17 Oct 2026Penghargaan Perdamaian FIFA Terancam Berakhir
-
16 Oct 2026Permintaan Maaf Infantino Gagal Redakan Kritik, Inggris dan Jerman Desak Perubahan Besar di FIFA
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Kursi Panas Manchester United Tak Pernah Aman, Michael Carrick Terancam Jadi Korban Berikutnya Usai Era Ferguson …
#CAIRSCORE Cairbos Bruno Fernandes Soroti Taktik Michael Carrick, Manchester United Makin Terpuruk Usai Dibantai Como 4-1 Cairnews – Krisis…
#CAIRSCORE Cairbos Michael Carrick Tak Butuh Janji Manajemen, Kemenangan Jadi Harga Mati Cairnews – Manajer Manchester United, Michael Carrick,…
#CAIRSCORE Cairbos Manchester City Bungkam Liverpool 3-0 di Tengah Bayang-Bayang Skandal Finansial Cairsnews – Manchester City menunjukkan ketangguhannya…
#CAIRSCORE Cairbos Italia Bangkit di Bursa, Hujan Gol Mengantar Kemenangan 4-1 atas Turki Cairnews – Italia meraih kemenangan…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol