Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Italia Bangkit di Bursa, Hujan Gol Mengantar Kemenangan 4-1 atas Turki

 

Cairnews – Italia meraih kemenangan 4-1 atas Turki di Bursa, dalam pertandingan yang berlangsung di tengah hujan deras dan menjadi hasil penting bagi persaingan Grup A1 Nations League. Tim tamu tampil jauh lebih meyakinkan setelah sebelumnya menelan kekalahan pada laga pembuka di kandang sendiri. Sebaliknya, Turki harus menerima kenyataan tertinggal tiga gol pada babak pertama, setelah sejumlah kesalahan di area depan gawang mereka membuat tekanan Italia berbuah gol.

Hasil di Bursa datang pada hari Senin, setelah kembalinya Roberto Mancini menukangi Italia sempat mendapat sambutan yang tidak mudah. Pada hari Jumat, penonton di Roma mencemooh timnya ketika Italia kalah dalam laga pembuka di kandang sendiri melawan Belgia. Kekalahan tersebut membuat awal kiprah Mancini kali ini terasa berat, tetapi penampilan di Turki memberi jawaban di lapangan. Italia menang dengan selisih tiga gol dan kembali bersaing di Grup A1.

Hujan deras menyertai babak pertama yang berlangsung sulit bagi tuan rumah. Area di depan gawang Turki berlumpur, sementara Italia mampu memanfaatkan keadaan dan menemukan celah dalam pertahanan lawan. Tuan rumah tertinggal tiga gol dengan cepat, dan rangkaian gol itu berawal dari tekanan Italia serta kegagalan Turki menangani umpan-umpan silang dari sisi kanan.

Dua kali dalam pertandingan tersebut, Altay Bayindir kesulitan menjangkau umpan silang mendatar yang datang dari sisi kanan. Momen pertama terjadi pada menit kesembilan. Kiper Celta Vigo itu lebih dahulu menepis tembakan Pio Esposito hingga bola keluar melewati tiang gawang. Aksi tersebut membawa Italia memperoleh sepak pojok, yang kemudian menjadi awal terciptanya gol pembuka.

Dari situasi sepak pojok itu, Zeki Celik gagal menyapu bola dengan sempurna. Bek sayap kelahiran Bursa tersebut, yang bermain untuk Juventus di Italia, berusaha menghalau umpan silang mendatar yang diarahkan ke tiang dekat. Namun, bola justru memantul ke arah Alessandro Bastoni. Bek tengah Inter Milan itu segera menerjang bola dan melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.

Gol Bastoni membawa Italia unggul pada menit kesembilan dan mengubah tekanan awal menjadi keunggulan nyata. Turki belum sempat mengatasi persoalan di depan gawang ketika Italia kembali memperoleh peluang melalui pola yang serupa. Keunggulan tim tamu bertambah pada menit ke-23, setelah Bayindir gagal mengantisipasi umpan silang mendatar lainnya.

Kali ini, Michael Kayode mengirim bola dari sisi kanan. Umpan itu jatuh ke jalur Davide Frattesi, pemain Lazio, yang berada dalam posisi untuk menyelesaikannya. Frattesi dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang dan membuat Italia memimpin 2-0. Situasi tersebut kembali memperlihatkan bagaimana umpan silang mendatar mampu melewati jangkauan Bayindir dan membuka kesempatan bagi pemain Italia di depan gawang.

Serangan Italia bukan hanya bergantung pada umpan silang. Permainan operan mereka yang rumit di sekitar kotak penalti berulang kali mampu menemukan pemain bebas di sisi kanan kotak penalti. Pergerakan dan pertukaran operan di area itu membuat pertahanan Turki harus terus mengawasi ruang yang terbuka, sementara Italia tetap mencari jalur untuk masuk ke posisi berbahaya.

Kayode kembali menemukan ruang kosong di sisi kanan kotak penalti. Setelah mendapat kesempatan, ia mengarahkan tembakan ke tiang dekat. Bayindir sudah menjatuhkan diri, tetapi gagal menghalau bola. Gol Kayode membuat Italia unggul 3-0 dan menambah kesulitan tuan rumah, yang sebelumnya sudah dua kali kebobolan setelah gagal mengatasi bola dari sisi kanan.

Keunggulan tiga gol tersebut bertahan hingga turun minum. Setelah babak pertama yang berat, Turki sempat memberi harapan kepada penonton yang mulai gelisah. Pada menit ke-47, Gianluigi Donnarumma terpancing keluar dari posisinya untuk menghadapi Oguz Aydin di sisi jauh gawang. Aydin kemudian mengoper bola kepada Baris Yilmaz, yang mendapat kesempatan di depan gawang kosong.

Yilmaz memanfaatkan situasi itu dengan leluasa dan melesakkan bola ke gawang. Gol tersebut memperkecil ketertinggalan Turki menjadi 3-1 dan sempat membuka kemungkinan bagi tuan rumah untuk membangun kembali permainan. Namun, harapan untuk bangkit tidak bertahan lama. Hanya lima menit setelah gol Yilmaz, Italia kembali mencetak gol dan mengembalikan jarak tiga gol.

Sandro Tonali, pemain Tottenham, berada dalam keadaan tidak terkawal ketika melepaskan tembakan. Bola hasil tendangannya membentur tiang gawang, tetapi peluang itu belum berakhir. Pio Esposito, yang bermain untuk Inter Milan, menyambar bola pantul dengan sundulan sambil menjatuhkan diri. Gol Esposito mengubah skor menjadi 4-1 dan memastikan bahwa gol Turki pada awal babak kedua tidak menggeser kendali pertandingan dari Italia.

Turki masih berusaha menciptakan ancaman setelah gol keempat Italia. Penyerang Galatasaray, Yilmaz, sempat mencetak gol lewat tembakan melengkung. Namun, gol itu tidak mengubah skor. Aydin, pemain Besiktas, bergerak naik-turun di depan Donnarumma, kiper milik Man City, dan berada dalam posisi offside. Karena posisi tersebut, upaya Yilmaz tidak menjadi gol yang mengurangi keunggulan Italia.

Kemenangan di Bursa dapat meredakan tekanan terhadap Mancini setelah cemoohan dan kekalahan di Roma pada Jumat sebelumnya. Penampilan apik pada hari Senin itu memberikan respons langsung dari tim yang sempat memulai kiprahnya dengan hasil buruk. Pada saat yang sama, hasil tersebut menambah beban bagi Vincenzo Montella, pelatih Turki sekaligus mantan rekan setim Mancini di Sampdoria dan sesama mantan pemain internasional Italia.

Montella sebelumnya membawa Turki melaju ke perempat final Euro 2024. Namun, timnya finis di posisi juru kunci grup pada Piala Dunia musim panas lalu. Kekalahan 4-1 dari Italia di Bursa menjadi hasil terbaru dalam rangkaian konteks tersebut, sementara bagi Italia, kemenangan ini berarti mereka kembali berada dalam persaingan Grup A1 Nations League. Pertandingan itu mempertemukan dua pelatih dengan keterkaitan masa lalu di sepak bola Italia, tetapi di lapangan, malam tersebut menjadi milik tim Mancini.

Di Liga B, Swedia mencatat kemenangan kedua mereka di Grup 4 setelah mengalahkan Polandia 3-1 di Solna. Tuan rumah membuka skor ketika pertandingan baru berjalan delapan menit. Benjamin Nygren, pemain Celtic, menyambar bola di tiang jauh dan membawa Swedia unggul lebih dahulu.

Polandia kemudian menyamakan kedudukan melalui Sebastian Szymanski dari Rennes. Tembakannya sempat membentur kedua tiang gawang sebelum masuk, sehingga skor kembali imbang. Swedia kembali memimpin lewat Yasin Ayari dari Brighton, yang menyelesaikan peluang dengan baik meskipun sempat kehilangan keseimbangan. Victor Gyokeres dari Arsenal kemudian mencetak gol penutup kemenangan Swedia, yang memastikan hasil 3-1 sekaligus menjadi kemenangan kedua mereka di grup.

Bosnia dan Herzegovina berada di posisi kedua setelah meraih kemenangan 4-2 atas Rumania di Bukares. Hasil tersebut menempatkan mereka di belakang Swedia dalam catatan yang disampaikan untuk Liga B. Sementara itu, pertandingan di Grup 2 tidak menghasilkan gol. Irlandia Utara tetap memuncaki klasemen setelah bermain imbang 0-0 saat menjamu Hungaria, dan laga antara Georgia dan Ukraina di Tbilisi juga berakhir tanpa gol.

Dengan demikian, rangkaian pertandingan hari itu menghadirkan kemenangan besar Italia di Bursa, kemenangan Swedia atas Polandia, serta keberhasilan Bosnia dan Herzegovina mengalahkan Rumania. Dua pertandingan Grup 2 berakhir imbang tanpa gol. Bagi Italia, sorotan utama tertuju pada cara mereka mengubah awal yang penuh tekanan menjadi kemenangan 4-1: Bastoni membuka skor, Frattesi dan Kayode memperlebar keunggulan, dan Esposito memastikan jarak kembali menjadi tiga gol setelah Turki sempat mencetak satu gol. Hasil itu membawa Italia kembali bersaing di Grup A1, sekaligus memberi Mancini penampilan yang berbeda dari malam penuh cemoohan di Roma.

HOT NEWS

TRENDING

Michael Carrick Tak Butuh Janji Manajemen, Kemenangan Jadi Harga Mati

Manchester City Bungkam Liverpool 3-0 di Tengah Bayang-Bayang Skandal Finansial

Italia Bangkit di Bursa, Hujan Gol Mengantar Kemenangan 4-1 atas Turki

Gol Akhir Cunha Selamatkan Manchester United, Tekanan untuk Carrick Tak Mereda

Brentford Hantam Chelsea 3-0, Alonso Dihadapkan pada Banyak Pekerjaan Rumah

Scroll to Top