#CAIRSCORE Cairbos
Kembalinya Sang Pencetak Rekor: Lukaku Pulang ke Napoli, Belgia Kembali Bermimpi tentang Piala Dunia
Cairscore – Romelu Lukaku akhirnya akan kembali. Setelah lima minggu yang panjang, penuh ketidakpastian, dan diwarnai ketegangan dengan klubnya, penyerang andalan Belgia itu dijadwalkan tiba kembali di Napoli pada hari Senin — sebuah berita yang langsung menghembuskan napas lega ke seluruh penjuru tim nasional Belgia menjelang Piala Dunia FIFA 2026 yang tinggal hitungan minggu.
Kepulangan Lukaku ke Italia dilaporkan pertama kali oleh harian olahraga Italia, Quotidiano Sportivo. Selama hampir sebulan setengah, Lukaku memilih bertahan di Belgia untuk menjalani pemulihan cedera yang terus-menerus mengganggunya — masalah pada hamstring dan pinggul yang memaksanya absen dari dua laga pemanasan Piala Dunia bersama skuad nasional. Ketidakhadiran pencetak gol terbanyak sepanjang masa Belgia itu tak pelak membuat para pendukung dan jajaran pelatih Belgia dilanda kekhawatiran: apakah Lukaku bisa fit tepat waktu untuk tampil di turnamen yang paling bergengsi di dunia?
Kekhawatiran itu kini pelan-pelan mulai mereda. Namun perjalanan yang dilalui Lukaku untuk sampai ke titik ini tidaklah mulus. Di balik kabar baiknya, tersimpan sebuah episode yang cukup memanas antara dirinya dan Napoli, khususnya dengan sang pelatih, Antonio Conte.
Masalah bermula ketika Lukaku gagal bergabung kembali dengan Napoli setelah jeda internasional bulan Maret. Alih-alih kembali ke Napoli, ia memilih tetap tinggal di Belgia untuk melanjutkan perawatan bersama fisioterapis kepercayaannya. Keputusan itu langsung berbuntut panjang. Napoli menjatuhkan denda kepada sang pemain dan memangkas 20 persen dari gaji bulanannya sebagai konsekuensi atas ketidakhadirannya yang tidak disetujui klub. Meskipun Lukaku pada akhirnya kembali ke pusat latihan pada 20 April dan mendapat izin untuk melanjutkan perawatannya di Belgia, kepulangannya itu menyisakan satu luka yang terasa lebih perih dari sekadar sanksi finansial — yaitu keretakan komunikasi antara pemain dan pelatihnya.
Antonio Conte, pelatih keras kepala yang terkenal menuntut loyalitas dan keterbukaan total dari setiap pemainnya, mengungkapkan kekecewaan yang dalam dalam sebuah wawancara di televisi, empat hari setelah Lukaku kembali ke pusat latihan. “Saya tidak punya kesempatan untuk berbicara dengannya,” ujar Conte dengan nada yang menyiratkan luka. “Saya tahu bahwa salah satu direktur kami yang melakukan itu. Lukaku datang ke pusat pelatihan. Kantor saya ada di sana, tetapi tidak ada yang mengetuk pintu saya. Itu benar-benar menyakiti saya.” Conte melanjutkan bahwa ia hanya mengharapkan hal yang sederhana — sebuah sapaan, sebuah pesan, isyarat kecil bahwa hubungan profesional mereka masih dijaga. “Dalam situasi seperti ini, pelatih berusaha memahami semua orang, tetapi tidak ada yang benar-benar berusaha memahami pelatih. Saya tidak mengharapkan situasi ini,” katanya.
Ketegangan itu semakin terasa ironis bila diletakkan dalam konteks musim yang sudah berjalan bagi Lukaku sendiri. Pemain yang akan menginjak usia 33 tahun pada akhir bulan ini itu ternyata tidak sekali pun menjadi starter untuk Napoli sepanjang musim ini. Ia hanya tampil enam kali — semuanya sebagai pemain pengganti — dengan satu gol yang ia cetak di Verona pada bulan Februari sebagai satu-satunya catatan produktivitasnya bersama klub. Di tengah performa Napoli yang cukup gemilang dan kini bertengger di posisi kedua klasemen Serie A dengan tiga laga tersisa — menjamu Bologna, kemudian bertandang ke Pisa, lalu menutup musim dengan menjamu Udinese — kontribusi Lukaku di level klub memang terasa minim.
Namun bagi Belgia, Lukaku bukan sekadar nama dalam daftar pemain. Ia adalah identitas. Ia adalah simbol. Dengan 89 gol dari 124 penampilan internasional, ia adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah sepak bola Belgia — sebuah angka yang jauh melampaui siapa pun yang pernah mengenakan seragam Setan Merah. Terakhir kali ia membela negaranya adalah pada Juni tahun lalu, dalam kemenangan dramatis 4-3 atas Wales di kandang sendiri dalam babak kualifikasi Piala Dunia. Sejak saat itu, cederalah yang menjadi musuh terbesar Lukaku, bukan lawan di lapangan.
Dengan bergabungnya kembali Lukaku ke Napoli dan proses pemulihannya yang tampaknya terus berjalan ke arah yang lebih positif, Belgia kini bisa kembali merancang strategi dengan lebih optimistis. Di Piala Dunia 2026, Belgia tergabung dalam Grup G bersama Mesir, Iran, dan Selandia Baru — sebuah grup yang di atas kertas dapat dilewati, tetapi tetap membutuhkan penyerang tajam dan berpengalaman untuk menentukan jalannya pertandingan. Dan untuk peran itu, sulit membayangkan nama lain yang lebih layak dari Romelu Lukaku — jika tubuhnya mau bekerja sama.
Kini, semua mata tertuju pada perkembangan kondisi fisiknya dalam beberapa pekan ke depan. Bukan hanya di Napoli, bukan hanya di Italia — tapi juga di Brussel, di mana sebuah negara menahan napas, menunggu kabar bahwa penyerang terbaik mereka akan benar-benar siap saat peluit pertama Piala Dunia berbunyi.
-
25 Jul 2026Klopp Memikul Harapan Besar untuk Menghidupkan Lagi Kejayaan Jerman
-
25 Jul 2026Debut Manis Griezmann Warnai Pesta Orlando City, San Jose Earthquakes Tumbang 0-4
-
25 Jul 2026Spanyol Juara, Argentina Diselidiki: Final Piala Dunia Berakhir Dramatis hingga Ricuh
-
25 Jul 2026Anthony Taylor Akhiri Karier Gemilang, Dunia Sepak Bola Lepas Salah Satu Wasit Terbaik Inggris
-
21 Jul 2026Air Mata Messi di Ujung Laga, Spanyol Tumbangkan Argentina pada Perpanjangan Waktu
-
21 Jul 2026Saka Menggila, Mbappe Ukir Sejarah, Inggris Tumbangkan Prancis 6-4 dalam Laga Perebutan Tempat Ketiga yang Luar Biasa
-
17 Jul 2026Messi Antar Argentina ke Final Piala Dunia Usai Comeback Dramatis atas Inggris
-
17 Jul 2026Spanyol Tampil Perkasa, Tumbangkan Prancis 2-0 dan Melaju ke Final Piala Dunia 2026
-
14 Jul 2026Strasbourg Resmi Menunjuk Hugo Oliveira, Membuka Babak Baru Setelah Kepergian Mendadak Gary O’Neil
-
14 Jul 2026Yamal Ingin Menapak Jejak Mbappe, tetapi Semifinal di Arlington Bisa Menjadi Panggung Perebutan Warisan
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Argentina Tundukkan Swiss 3-1 lewat Perpanjangan Waktu, Lolos ke Semifinal dan Jaga Asa Pertahankan Gelar Cairscore…
#CAIRSCORE Cairbos Crystal Palace Torehkan Sejarah Eropa, Mateta Jadi Pahlawan di Malam Perpisahan Glasner yang Tak Terlupakan Cairscore…
#CAIRSCORE Cairbos Dari Tempat Gelap ke Puncak Inggris: Saka dan Arsenal Akhirnya Bungkam Semua Ejekan Cairscore – Bukayo…
#CAIRSCORE Cairbos Gol Menit Akhir, dan Bayangan Spionase: Hull City Akhirnya Kembali ke Liga Primer Cairscore – Di…
#CAIRSCORE Cairbos Aston Villa Bangkit dengan Gemilang, Hancurkan Nottingham Forest dan Melangkah Gagah Menuju Final Istanbul Cairscore –…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol