#CAIRSCORE Cairbos
Lens Akhiri Penantian Panjang, Juara Piala Prancis untuk Pertama Kalinya
Cairscore – Malam bersejarah itu akhirnya tiba bagi Lens. Di bawah sorot lampu Stade de France yang megah, di hadapan hampir 80.000 pasang mata yang memenuhi tribun stadion paling ikonik di Prancis, klub asal kota tambang di utara negeri itu mengukir namanya dalam sejarah dengan cara yang tidak akan mudah dilupakan. Pada hari Jumat, 23 Mei 2026, Lens mengalahkan Nice dengan skor 3-1 dalam laga final Piala Prancis — sebuah kemenangan yang bukan hanya sekadar trofi, melainkan puncak dari perjalanan panjang yang sudah dinantikan selama puluhan tahun.
Sepanjang sejarahnya, Lens sudah tiga kali mencapai partai final Piala Prancis, namun selalu gagal membawa pulang trofi bergengsi tersebut. Kenangan pahit itu terakhir dirasakan pada tahun 1998 — ironisnya, tahun yang sama ketika mereka merayakan satu-satunya gelar liga dalam sejarah klub. Kini, hampir tiga dekade berselang, kutukan final itu akhirnya patah. Ribuan pendukung Lens yang memadati Stade de France — jauh lebih banyak dibandingkan suporter Nice yang sebagian besar tidak hadir — meledak dalam kegembiraan yang tak terbendung.
Jalannya pertandingan sendiri mencerminkan dominasi Lens yang nyata sejak menit-menit awal. Mereka bermain dengan keyakinan, kecepatan, dan ketajaman yang membuat Nice kewalahan sepanjang babak pertama. Sosok paling berpengaruh dalam paruh pertama laga ini adalah Florian Thauvin, pria yang namanya sudah terpatri dalam memori kolektif sepak bola Prancis sebagai salah satu anggota skuad juara Piala Dunia 2018. Thauvin tampil memukau — ia tidak hanya mencetak satu gol untuk dirinya sendiri, tetapi juga memberikan assist yang sempurna kepada Odsonne Edouard, membantu Lens membangun keunggulan 2-0 sebelum babak pertama berakhir. Dua gol itu terasa seperti deklarasi tegas: malam ini milik Lens.
Namun Nice tidak menyerah begitu saja. Tepat sebelum peluit jeda berbunyi, secercah harapan muncul dari kaki seorang remaja bernama Djibril Coulibaly. Dalam momen yang penuh tekanan dan beban besar, Coulibaly justru tampil tenang dan menjebol gawang Lens untuk mencetak gol senior pertamanya dalam karier profesional. Gol itu membuat skor menjadi 2-1 dan menyulut semangat baru di kubu Nice menjelang babak kedua.
Selang waktu jeda menjadi titik refleksi. Nice kembali ke lapangan dengan determinasi yang lebih besar, dan di babak kedua mereka memang tampil lebih berani. Dua kali bola membentur tiang gawang Lens — dua momen yang seolah memperlihatkan betapa tipisnya batas antara harapan dan kenyataan. Jika salah satu dari dua peluang emas itu berbuah gol, laga ini bisa saja berubah wajah sepenuhnya. Tetapi sepak bola, seperti nasib, tidak selalu berpihak pada yang berhak.
Lens bertahan. Dan ketika jam menunjukkan menit ke-78, pemain pengganti Abdallah Sima menjadi pahlawan yang memastikan semuanya. Gol Sima bukan sekadar gol penentu — ia adalah titik akhir dari ketegangan yang membalut stadion, sekaligus tanda dimulainya perayaan yang sudah lama tertunda. Para pemain Lens berlari, berpelukan, berteriak. Para suporter di tribun meledak dalam kebahagiaan yang murni dan mengharukan. Trofi Piala Prancis akhirnya milik Lens.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena ia datang sebagai mahkota dari musim yang luar biasa bagi Lens. Sepanjang kompetisi Ligue 1, mereka berjuang keras dan finis di posisi kedua — hanya tertinggal dari Paris Saint-Germain yang mendominasi liga musim ini. Peringkat runner-up itu sendiri sudah cukup mengharumkan nama Lens, karena sekaligus memastikan tiket mereka ke Liga Champions musim depan — sebuah pencapaian yang akan menjadi petualangan baru bagi klub dan seluruh pendukungnya.
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi tambahan kepedihan yang dalam bagi Nice. Musim mereka berjalan amat berat, dan final yang kalah ini bukan akhir dari perjuangan. Finis di posisi ketiga terbawah Ligue 1 menempatkan mereka dalam situasi genting: pekan depan, Nice harus memenangkan pertandingan play-off dua leg melawan Saint-Etienne, klub dari divisi kedua, demi mempertahankan status mereka di kasta tertinggi sepak bola Prancis. Tekanan besar kini menanti, dan luka dari malam di Stade de France belum sempat mengering.
Tetapi malam itu bukan tentang Nice. Malam itu sepenuhnya milik Lens — milik para pemain yang berjuang keras, milik para suporter yang setia, dan milik sebuah kota kecil di utara Prancis yang membuktikan bahwa mimpi besar tidak mengenal batas geografi. Lens, juara Piala Prancis untuk pertama kalinya. Sebuah sejarah yang tidak akan terhapus.
-
01 Sep 2026Hat-trick Bruno Fernandes Antar Manchester United Bangkit dan Hancurkan Ipswich 5-2
-
30 Aug 2026Rafael Leao Bersiap Mengakhiri Tujuh Musim Bersama AC Milan
-
30 Aug 2026Newcastle Redam Tottenham yang Boros Belanja lewat Elanga dan Wissa
-
29 Aug 2026Cherki Menggebrak Selhurst Park, City Tekuk Palace 4-1 tanpa Drama Akhir
-
29 Aug 2026PSG Selamat di Markas Lille: Gol Vitinha dan Sundulan Marquinhos Menutup Drama 2-2
-
21 Aug 2026Arteta Jaga Ketenangan Arsenal di Tengah Rumor Ezri Konsa Jelang Pembuka Premier League
-
21 Aug 2026Romero Nilai Alvarez Tetap Fokus saat Atletico Teguh Menahannya
-
19 Aug 2026Yael Trepy Dirawat Intensif di Sassari Usai Dilaporkan Hampir Tenggelam di Sardinia
-
19 Aug 2026Lens Tundukkan PSG 1-0 dan Gagalkan Trofi Kedua dalam Lima Hari
-
19 Aug 2026Kamerun Akhiri Penantian Panjang dengan Menjuarai WAFCON Usai Menundukkan Malawi 3-0
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Newcastle Redam Tottenham yang Boros Belanja lewat Elanga dan Wissa Cairnews – Newcastle United menghukum Tottenham…
#CAIRSCORE Cairbos Arteta Jaga Ketenangan Arsenal di Tengah Rumor Ezri Konsa Jelang Pembuka Premier League Cairscore – Arsenal…
#CAIRSCORE Cairbos Jeremy Doku Ikat Masa Depan di Man City hingga 2031, Era Enzo Maresca Jadi Magnet Cairscore…
#CAIRSCORE Cairbos Arsenal Disebut Capai Kesepakatan £75 Juta untuk Bruno Guimaraes Cairscore – Arsenal disebut telah mencapai kesepakatan…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol