Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Lukaku Kembali Menggentarkan, Belgia Hancurkan Kroasia 2-0 dalam Pemanasan Terakhir Jelang Piala Dunia

 

Cairscore Romelu Lukaku membuktikan bahwa waktu dan cedera tak mampu memadamkan naluri golnya. Penyerang andalan Napoli itu kembali menggetarkan jala lawan dalam penampilan internasional pertamanya setelah lebih dari setahun absen, ketika Belgia menutup rangkaian uji tanding pramusim dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Kroasia di Rijeka, dalam sebuah laga persahabatan bertajuk pemanasan Piala Dunia yang sarat dengan intensitas dan ambisi.

Kemenangan tersebut menjadi sinyal kuat bagi tim asuhan pelatih Rudi Garcia bahwa mesin gol mereka belum sepenuhnya berkarat. Lukaku, yang terakhir kali membela Setan Merah pada September 2025 sebelum didera cedera pinggul, turun sebagai pemain cadangan pada laga yang digelar di tepi pantai Adriatik itu. Keputusan Garcia untuk tidak menurunkan Lukaku sejak awal bisa dipahami, mengingat sang striker berusia 33 tahun hanya mencatat 64 menit bermain bersama klubnya sepanjang musim ini akibat masalah fisik yang berkepanjangan. Namun justru dari bangku cadangan itulah ia muncul untuk menorehkan momen paling dramatis dalam pertandingan.

Sebelum Lukaku masuk ke lapangan, Belgia sudah lebih dulu memimpin berkat kreativitas Youri Tielemans. Gelandang serang Aston Villa itu tampil sebagai penggerak utama lini tengah Belgia dan membuka keran gol pada menit ke-38, memberikan keunggulan 1-0 yang bertahan hingga jeda babak pertama. Tielemans, yang musim ini dikenal sebagai salah satu gelandang paling produktif di Premier League, tampil dengan kepercayaan diri tinggi dan menjadi titik sentral permainan tim Garcia di babak pertama. Sementara itu, posisi ujung tombak justru diisi oleh Charles De Ketelaere, gelandang Atalanta yang digeser Garcia ke lini serang untuk memberi fleksibilitas taktis lebih besar.

Kroasia, yang tampil di hadapan pendukung sendiri dan membawa reputasi sebagai salah satu tim paling tangguh di Eropa usai mencapai semifinal Piala Dunia 2022, tak menyerah begitu saja. Kapten legendaris mereka, Luka Modric, turun ke lapangan meski harus mengenakan masker pelindung akibat cedera yang dideritanya. Sang maestro berusia matang itu mencoba memimpin timnya bangkit dan sempat melepaskan tendangan berbahaya sesaat sebelum turun minum, yang menjadi peluang paling mengancam bagi tuan rumah di babak pertama. Namun upaya itu tak berbuah gol. Kroasia kembali mendapat peluang emas menjelang menit ke-60 ketika striker Osasuna, Ante Budimir, melepaskan tembakan yang hanya membentur tiang gawang Belgia, membuat para pendukung tuan rumah menghela napas kecewa.

Memasuki babak kedua, ketegangan semakin meningkat seiring Kroasia terus berupaya menyamakan kedudukan. Namun pertahanan Belgia mampu berdiri kokoh dan menggagalkan setiap ancaman yang datang. Barisan belakang tim Garcia tampil disiplin dan terorganisir, memberikan fondasi solid yang memungkinkan lini serang bermain dengan lebih bebas dan percaya diri.

Klimaks laga datang di waktu tambahan. Lukaku, yang telah masuk lapangan sebelumnya, akhirnya menemukan caranya sendiri untuk merayakan kepulangannya. Pada menit ke-96, ia menuntaskan sebuah serangan dengan dingin dan menaklukkan kiper Kroasia, mencetak gol internasional ke-90 dalam karier gemilangnya — sebuah pencapaian yang menambah daftar panjang prestasi luar biasa sang penyerang raksasa asal Belgia. Gol tersebut sekaligus mengunci kemenangan Belgia dan membungkam harapan terakhir Kroasia untuk meraih hasil positif di kandang sendiri.

Bagi Belgia, hasil ini menjadi modal psikologis yang sangat berharga menjelang laga pembuka Piala Dunia mereka menghadapi Mesir pada 15 Juni mendatang. Sebelum itu, tim Garcia masih memiliki satu uji tanding lagi saat menjamu Tunisia pada hari Sabtu sebagai batu loncatan terakhir sebelum turnamen sesungguhnya dimulai. Di sisi lain, Kroasia juga masih memiliki satu kesempatan untuk memoles persiapan mereka, yakni saat menjamu Slovenia pada hari Minggu, sebelum membuka kampanye Piala Dunia mereka dengan pertandingan yang tak kalah berat melawan Inggris pada 17 Juni.

Dua tim, dua lintasan yang berbeda menuju turnamen akbar yang sudah di depan mata — namun malam di Rijeka ini jelas akan lebih lama diingat oleh Belgia dan oleh seorang Romelu Lukaku yang membuktikan, sekali lagi, bahwa ia belum selesai bercerita di panggung internasional.

HOT NEWS

TRENDING

Crystal Palace Torehkan Sejarah Eropa, Mateta Jadi Pahlawan di Malam Perpisahan Glasner…

Dari Tempat Gelap ke Puncak Inggris: Saka dan Arsenal Akhirnya Bungkam Semua…

Gol Menit Akhir, dan Bayangan Spionase: Hull City Akhirnya Kembali ke Liga…

Aston Villa Bangkit dengan Gemilang, Hancurkan Nottingham Forest dan Melangkah Gagah Menuju…

Dembélé Membungkam Allianz Arena, PSG Melaju ke Final Liga Champions untuk Pertahankan…

Scroll to Top