#CAIRSCORE Cairbos
Romain Saiss Pamit dari Timnas Maroko, Janji Tetap Jadi Singa di Tribun
Moveon88 – Romain Saiss, sosok kapten yang memimpin Maroko ke semifinal Piala Dunia FIFA 2022, resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari sepak bola internasional pada hari Selasa, menutup apa yang ia sebut sebagai babak terindah dalam hidupnya. Keputusan ini lahir di tengah rentetan cedera yang berulang, termasuk di Piala Afrika (AFCON) terakhir ketika ia hanya mampu tampil selama 18 menit pada laga pembuka kontra Komoro sebelum ditarik keluar karena masalah pada paha kiri. Bagi penggemar Singa Atlas, pengumuman ini merupakan kabar yang menggetarkan hati: seorang pemimpin yang selama bertahun-tahun menjadi jangkar pertahanan dan penopang jiwa tim, kini memilih mundur dengan kepala tegak dan rasa bangga yang tak terkira.
Dalam pernyataannya di media sosial, bek tengah berusia 35 tahun—yang pernah memperkuat Angers dan Wolverhampton Wanderers—menekankan bahwa keputusan ini diambil setelah pertimbangan yang cermat dan disertai emosi yang luar biasa. Ia menulis bahwa mengenakan seragam Maroko dan memimpin rekan-rekannya sebagai kapten adalah kehormatan terbesar dalam kariernya. Setiap kali memasuki lapangan, ia merasakan beban tanggung jawab yang besar, namun di atas semuanya ada kebanggaan yang sulit terlukiskan. Kata-kata itu merangkum perjalanan panjang nan penuh dedikasi, dari masa-masa sulit hingga puncak kejayaan di panggung terbesar dunia.
Perjalanan Saiss bersama tim nasional telah melalui banyak pasang surut. Setelah memimpin Maroko menembus empat besar Piala Dunia 2022, dirinya sempat menepi lama karena cedera, menandai absensi hingga 18 bulan dari panggung internasional. Ia sempat kembali pada Desember lalu untuk tampil di AFCON, tetapi kembali diganggu persoalan kebugaran sehingga hanya kebagian menit yang sangat terbatas. Rangkaian kendala fisik itulah yang akhirnya menuntunnya pada keputusan final: memberi ruang bagi tubuhnya untuk pulih, dan bagi tim nasional untuk menatap masa depan dengan komposisi yang segar.
Momentum pengunduran diri Saiss juga datang pada saat yang menantang. Hanya tiga bulan jelang Piala Dunia tahun ini, Maroko telah mengetahui lawan-lawannya di fase grup: Brasil, Skotlandia, dan Haiti. Tanpa sang kapten yang menjadi rujukan karakter dan komunikasi di lini belakang, staf pelatih kini dituntut mengukuhkan struktur kepemimpinan baru dan menguatkan fondasi pertahanan yang selama ini kerap beresonansi dengan keberanian, disiplin, dan organisasi yang rapi. Meski demikian, warisan nilai yang ditinggalkan Saiss—soal keteguhan sikap, rasa tanggung jawab, dan kebanggaan terhadap panji negara—adalah bekal tak berwujud yang tetap bisa mengalir ke generasi berikutnya.
Dalam ungkapan perpisahannya, Saiss menegaskan bahwa meskipun meninggalkan tim nasional, hatinya akan tetap bersama Singa Atlas. “Sekarang saya akan menjadi pendukung nomor satu Anda,” ujarnya, sebuah janji yang menyiratkan bahwa jarak antara pemain dan suporter sejatinya hanya perkara peran, bukan perkara rasa. Ia mungkin tak lagi berlari menyapu bola terakhir atau mengomando rekan setim dari garis pertahanan, namun teriakan dukungan dan doa dari tribun akan tetap berasal dari kapten yang sama—kapten yang telah mempersembahkan keteladanan di saat-saat paling menekan.
Bagi publik Maroko, nama Romain Saiss tak hanya dikenang melalui trofi atau statistik, tetapi melalui citra seorang pemimpin yang konsisten berdiri paling depan saat tim perlu ketenangan dan kejelasan arah. Di Piala Dunia 2022, meskipun terbebani cedera, ia tetap berperan sebagai poros mentalitas kolektif—menyatukan ruang ganti, meredakan kepanikan, dan mengekstraksi kepercayaan diri dari setiap inci usaha di lapangan. Kepergiannya menandai akhir satu era, tetapi juga membuka kesempatan bagi pemain-pemain baru untuk memikul tongkat estafet dan menulis halaman-halaman berikutnya dalam kisah kebangkitan sepak bola Maroko.
Secara profesional, Saiss belum menutup lembar kariernya sepenuhnya. Ia akan tetap berkompetisi di level klub bersama Al Sadd di Liga Bintang Qatar. Keputusan ini memperlihatkan bahwa meski tubuhnya meminta ritme yang lebih terukur di pentas internasional, komitmen terhadap permainan—terhadap latihan harian, tuntutan pertandingan, serta profesi yang ia cintai—masih menyala kuat. Dengan demikian, para penggemar masih dapat menyaksikan pengalamannya membimbing rekan setim muda di level klub, sementara tim nasional Maroko bersiap menata ulang struktur tanpa beban ekspektasi berlebihan pada satu figur sentral.
Sejarah sepak bola sering menyoroti puncak dan hasil akhir, namun perjalanan sebuah tim juga dibentuk oleh figur-figur yang tak lelah memikul amanah. Romain Saiss adalah salah satunya—kapten yang tidak hanya menjaga garis pertahanan, tetapi juga menjaga bara semangat agar tak pernah padam. Ia menutup bab bersama tim nasional dengan rasa syukur, dan meninggalkan warisan yang melampaui garis putih lapangan. Kini, ketika Maroko menatap panggung dunia menghadapi Brasil, Skotlandia, dan Haiti, gaung kepemimpinannya akan tetap terdengar: dalam disiplin bertahan, dalam keyakinan menyerang, dan dalam kesadaran bahwa mengenakan seragam nasional selalu berarti lebih dari sekadar bertanding.
Akhirnya, perpisahan ini bukan tentang apa yang hilang, melainkan tentang apa yang telah ditanam. Dari setiap tekel penting hingga setiap kata yang menenangkan di ruang ganti, dari setiap isyarat tangan yang menata garis hingga setiap tatapan yang berkata “kita bisa,” Saiss telah memberikan teladan. Ia memang berpamitan dari tim nasional, tetapi abadi sebagai panutan. Dan sebagaimana janjinya, ia akan tetap menjadi Singa—kali ini dari tribun, mengaum dengan kebanggaan yang sama, menyaksikan bab berikutnya ditulis oleh mereka yang pernah belajar berdiri di sisinya.
-
23 Oct 2026Kursi Panas Manchester United Tak Pernah Aman, Michael Carrick Terancam Jadi Korban Berikutnya Usai Era Ferguson
-
23 Oct 2026Bruno Fernandes Soroti Taktik Michael Carrick, Manchester United Makin Terpuruk Usai Dibantai Como 4-1
-
21 Oct 2026Michael Carrick Tak Butuh Janji Manajemen, Kemenangan Jadi Harga Mati
-
21 Oct 2026Atlético Madrid Tahan Gempuran Stuttgart
-
19 Oct 2026Mbappe Menggila! Dua Gol Spektakuler Antar Real Madrid Bantai Sevilla 4-1
-
18 Oct 2026Sempat Gagal Penalti, Dembele Menggila! PSG Tekuk Strasbourg 3-1 dan Rebut Puncak Ligue 1
-
18 Oct 2026Barcelona Menggila! Hancurkan Real Betis 5-2, Flick Ukir Rekor Sempurna di Awal Musim
-
17 Oct 2026Argentina vs Uruguay Kembali Memanas! Derbi Río de la Plata Siap Tersaji pada November
-
17 Oct 2026Penghargaan Perdamaian FIFA Terancam Berakhir
-
16 Oct 2026Permintaan Maaf Infantino Gagal Redakan Kritik, Inggris dan Jerman Desak Perubahan Besar di FIFA
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Kursi Panas Manchester United Tak Pernah Aman, Michael Carrick Terancam Jadi Korban Berikutnya Usai Era Ferguson …
#CAIRSCORE Cairbos Bruno Fernandes Soroti Taktik Michael Carrick, Manchester United Makin Terpuruk Usai Dibantai Como 4-1 Cairnews – Krisis…
#CAIRSCORE Cairbos Michael Carrick Tak Butuh Janji Manajemen, Kemenangan Jadi Harga Mati Cairnews – Manajer Manchester United, Michael Carrick,…
#CAIRSCORE Cairbos Manchester City Bungkam Liverpool 3-0 di Tengah Bayang-Bayang Skandal Finansial Cairsnews – Manchester City menunjukkan ketangguhannya…
#CAIRSCORE Cairbos Italia Bangkit di Bursa, Hujan Gol Mengantar Kemenangan 4-1 atas Turki Cairnews – Italia meraih kemenangan…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol