Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Spanyol Bangkit di Wembley, Tak Terkalahkan dalam 39 Laga

 

Cairnews – Spanyol menutup laga UEFA Nations League di Wembley dengan kemenangan 3-2 atas Inggris. Juara dunia itu sempat tertinggal setelah tuan rumah membalikkan keadaan, tetapi mampu merespons pada babak kedua dan memastikan kemenangan dalam pertandingan yang berlangsung seru. Hasil tersebut sekaligus menggagalkan upaya Inggris untuk meraih kemenangan yang dapat menjadi pelipur lara setelah tersingkir secara menyakitkan di Piala Dunia.

Bagi tim asuhan Luis de la Fuente, kemenangan ini memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 39 pertandingan. Catatan itu merupakan rekor bagi tim Eropa. Spanyol, yang sebelumnya mengalahkan Inggris di final Euro 2024, kembali menunjukkan kemampuan untuk bertahan di tengah tekanan dan memanfaatkan kelengahan lawan. Namun, jalan menuju hasil akhir itu tidak berjalan mulus: mereka memulai laga dengan keunggulan, kemudian harus mengejar ketertinggalan sebelum kembali mengambil alih kendali.

Inggris, yang dilatih Thomas Tuchel, mengawali pertandingan dengan situasi sulit. Pada menit kedua, Marc Guehi memiliki kesempatan untuk membuang bola, tetapi bek Manchester City itu justru berbalik arah menuju kiper James Trafford. Ia tampaknya tidak menyadari Lamine Yamal berada tepat di belakangnya. Remaja Spanyol itu merebut bola, bergerak untuk menyelesaikan peluang, lalu melepaskan tembakan melengkung dengan kaki kiri. Bola memantul setelah mengenai sisi dalam tiang gawang dan masuk, membawa Spanyol unggul.

Gol cepat tersebut membuat Inggris harus menghadapi tekanan sejak awal. Spanyol bermain apik dan berkali-kali menciptakan peluang, sehingga tuan rumah sempat berada dalam ancaman tertinggal hingga tiga gol. Ferran Torres aktif dalam rangkaian serangan tim tamu. Satu upayanya dianulir karena offside, sedangkan tembakan lainnya berhasil digagalkan Trafford. Kiper itu turun menggantikan Jordan Pickford, yang sudah lama menempati posisi utama di bawah mistar Inggris.

Torres juga memperoleh kesempatan emas ketika berhadapan satu lawan satu dengan kiper, tetapi peluang tersebut tidak berbuah gol. Tak lama kemudian, Yamal mengirimkan umpan kepada Dani Olmo. Tembakan Olmo melenceng tipis, menambah daftar kesempatan yang terbuang oleh Spanyol. Meski tim tamu memiliki sejumlah peluang untuk memperbesar keunggulan, Inggris tetap bertahan dalam pertandingan dan perlahan menemukan cara untuk menyerang.

Sebelum laga, Inggris sempat mendapat kritik atas taktik ultra-defensif yang mereka gunakan saat kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia. Di Wembley, mereka menunjukkan pendekatan yang lebih berani dengan memanfaatkan pergerakan di sisi sayap. Perubahan itu menghasilkan gol penyeimbang pada menit ke-36, melalui serangan yang berawal dari perebutan bola jauh di wilayah pertahanan sendiri dan berakhir dengan penyelesaian Anthony Gordon.

Gordon terlibat sejak awal rangkaian serangan balik tersebut. Ia berlari maju menyambut operan Jude Bellingham, lalu melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan Unai Simon. Pemain sayap Barcelona itu menuntaskan kerja sama tim yang apik dan mengubah suasana pertandingan. Inggris yang sebelumnya tertinggal kini mendapatkan momentum, sementara Spanyol harus menerima bahwa dominasi peluang mereka belum cukup untuk menjaga keunggulan.

Empat menit setelah gol Gordon, Inggris berbalik unggul. Nico O’Reilly mengirimkan umpan silang yang sempat mengenai Marc Cucurella. Harry Kane menyambut bola itu dengan sundulan dan mencetak gol untuk membawa tuan rumah memimpin 2-1. Perubahan skor berlangsung cepat: Inggris bukan hanya berhasil menyamakan kedudukan, tetapi juga memasuki jeda dengan keunggulan setelah sebelumnya menghadapi tekanan dari Spanyol.

Pasukan Tuchel mengawali babak kedua dengan baik dan memperoleh kesempatan untuk menambah jarak. Sepuluh menit setelah babak kedua dimulai, wasit memberikan penalti kepada Inggris menyusul pelanggaran Rodri terhadap Bellingham. Keputusan itu diambil setelah pemeriksaan VAR. Kane maju sebagai eksekutor dengan peluang untuk membuat keunggulan Inggris menjadi dua gol, tetapi kesempatan tersebut tidak berakhir seperti yang diharapkan tuan rumah.

Kane sedikit terpeleset saat melakukan tendangan. Bola yang ia lepaskan membentur mistar gawang dan gagal melewati garis. Inggris kehilangan peluang untuk memperkuat posisi, sedangkan Spanyol terhindar dari ketertinggalan yang lebih besar. Momen itu menjadi titik penting dalam pertandingan karena tim tamu segera memanfaatkan kesempatan untuk kembali menyamakan kedudukan.

Pada menit ke-60, Alex Baena mencetak gol bagi Spanyol. Inggris kehilangan penguasaan bola ketika bola terlepas dari O’Reilly dan jatuh ke kaki Olmo. Dalam rangkaian permainan tersebut, Baena memanfaatkan kesempatan untuk menuntaskan serangan dan mengubah skor menjadi imbang. Spanyol kembali berada dalam posisi untuk mengejar kemenangan setelah sebelumnya tertinggal, sementara kegagalan penalti Kane membuat Inggris harus menghadapi akibat dari peluang yang tidak berhasil mereka ubah menjadi gol.

Situasi tuan rumah kemudian semakin memburuk. Baena beralih dari pencetak gol menjadi pemberi assist bagi Mikel Oyarzabal. Oyarzabal mencetak gol dengan melambungkan bola melewati Trafford, membawa Spanyol kembali unggul dan menentukan arah akhir pertandingan. Inggris tidak mampu mempertahankan keunggulan yang mereka bangun pada akhir babak pertama, sedangkan Spanyol menyelesaikan kebangkitan mereka dengan dua gol pada babak kedua.

Kekalahan itu berarti Inggris gagal memperoleh kemenangan yang mungkin menjadi pelipur lara usai tersingkir secara menyakitkan di Piala Dunia. Bagi Tuchel, hasil tersebut tentu mengecewakan, terlebih karena ia sebelumnya menegaskan bahwa pertandingan ini bukan penanda awal yang baru. Meski begitu, kegugupan Inggris pada awal laga, blunder yang berujung gol Yamal, dan penalti Kane yang membentur mistar menjadi bagian penting dari jalannya pertandingan.

Spanyol akhirnya meninggalkan Wembley dengan kemenangan 3-2, meski sempat kehilangan keunggulan dan tertinggal. Gol Yamal membuka pertandingan, Gordon dan Kane membawa Inggris berbalik memimpin, lalu Baena dan Oyarzabal memastikan respons tim asuhan de la Fuente setelah jeda. Hasil itu memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 39 laga—rekor bagi tim Eropa—dan menambah satu lagi kemenangan atas Inggris setelah pertemuan mereka di final Euro 2024.

HOT NEWS

TRENDING

Michael Carrick Tak Butuh Janji Manajemen, Kemenangan Jadi Harga Mati

Manchester City Bungkam Liverpool 3-0 di Tengah Bayang-Bayang Skandal Finansial

Italia Bangkit di Bursa, Hujan Gol Mengantar Kemenangan 4-1 atas Turki

Gol Akhir Cunha Selamatkan Manchester United, Tekanan untuk Carrick Tak Mereda

Brentford Hantam Chelsea 3-0, Alonso Dihadapkan pada Banyak Pekerjaan Rumah

Scroll to Top