Cairnews Cairbos Berita Bola Terkini

#CAIRSCORE    Cairbos

Sembilan Tahun Keajaiban Berakhir: Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool di Penghujung Musim Ini

 

Cairscore Mohamed Salah akhirnya mengonfirmasi apa yang sudah lama menjadi bisik-bisik di antara para pendukung Liverpool: sang raja Anfield akan meninggalkan Merseyside setelah musim 2025–26 ini usai. Pengumuman resmi itu datang pada Selasa, 25 Maret 2026, ketika Liverpool FC — juara Liga Premier saat ini — menerbitkan pernyataan di situs web resmi klub yang mengakhiri spekulasi panjang seputar masa depan penyerang asal Mesir berusia 33 tahun tersebut.

“Mohamed Salah akan mengakhiri kariernya yang gemilang bersama Liverpool di akhir musim 2025–26,” demikian bunyi pernyataan resmi klub. Kalimat singkat itu terasa berat untuk dicerna, terutama bagi jutaan Kopites yang telah menyaksikan Salah menjelma dari sekadar rekrutan mahal menjadi salah satu penyerang terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.

Perjalanan Salah bersama Liverpool dimulai pada musim panas 2017, ketika ia hengkang dari AS Roma menuju Anfield dengan ekspektasi tinggi. Tak butuh waktu lama bagi pemain kelahiran Nagrig, Mesir, itu untuk membuktikan bahwa harga transfernya lebih dari sekadar sepadan. Sejak hari pertama, ia langsung menjadi teror bagi bek-bek di seluruh Eropa — kecepatannya mengerikan, naluri golnya tajam, dan kemampuannya bergerak di sisi kiri menyisakan trauma tersendiri bagi siapa pun yang mencoba menghentikannya.

Dalam 435 penampilan resmi bersama Liverpool, Salah mengukir 255 gol — sebuah angka yang berbicara lebih keras dari kata-kata apapun. Ia bukan hanya pencetak gol, ia adalah mesin yang terus berputar musim demi musim. Bersama Liverpool, Salah telah meraih hampir semua yang bisa diinginkan seorang pesepak bola: Liga Champions, Liga Premier, Piala FA, hingga Piala Liga. Jejak trofi itu menjadikan sembilan tahunnya di Merseyside sebagai salah satu era terbaik dalam sejarah panjang Liverpool Football Club.

Namun seperti semua kisah besar, perjalanan ini pun tak selalu mulus. Musim ini sendiri diwarnai oleh ketegangan yang mengejutkan antara Salah dan manajer baru Liverpool, Arne Slot. Di awal musim 2025–26, hubungan keduanya sempat memanas secara dramatis ketika Slot memilih untuk mendudukkan Salah di bangku cadangan dalam beberapa pertandingan — sebuah keputusan yang memantik tanda tanya besar di kalangan penggemar maupun media. Bagi seorang pemain dengan status ikonik seperti Salah, momen itu tentu bukan sekadar soal taktik; ada gengsi dan ego yang terlibat di dalamnya.

Ketegangan itu sempat membuat performa Salah tampak meredup. Penyerang senior itu tercatat hanya mencetak lima gol di Liga Premier sepanjang musim ini — angka yang sangat jauh dari standar yang ia sendiri ciptakan. Sebagai pembanding, musim sebelumnya, 2024–25, Salah tampil luar biasa dengan mencetak 29 gol di Liga Premier, menjadi motor utama Liverpool dalam merebut titel juara. Penurunan drastis itu menjadi bahan perdebatan: apakah ini tanda-tanda kemunduran usia, atau sekadar buntut dari perselisihan yang mengganggu ritme dan kepercayaan dirinya?

Jawabannya tampaknya mulai terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Salah seolah bangkit dari tidur panjangnya. Dalam empat penampilan terakhir, ia telah mencetak gol dalam tiga di antaranya — sebuah kebangkitan yang meyakinkan setelah periode paceklik yang tidak biasa untuk ukurannya. Puncaknya terjadi pekan lalu di Anfield, ketika Salah kembali menjebol gawang lawan dalam kemenangan telak Liverpool 4–0 atas Galatasaray di Liga Champions. Kemenangan itu sekaligus mengamankan tiket Liverpool ke babak perempat final — pencapaian penting yang tentunya ingin diraih Salah dalam perjalanan terakhirnya bersama The Reds.

Ironisnya, justru di saat performanya mulai kembali menyentuh level terbaiknya, berita kepergiannya pun resmi diumumkan. Salah sendiri, menurut pernyataan klub, memilih untuk mengumumkan hal ini sesegera mungkin. Bukan tanpa alasan — ia ingin para pendukung Liverpool mengetahui kebenaran tentang masa depannya sejak dini. Sebuah gestur yang mencerminkan rasa hormat dan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Kopites, yang selama hampir satu dekade telah menyanyikan namanya dengan penuh kebanggaan di tribun Anfield.

“Penyerang tersebut telah mencapai kesepakatan dengan The Reds yang akan mengakhiri babak sembilan tahun yang luar biasa di Anfield. Salah menyatakan keinginannya untuk menyampaikan pengumuman ini kepada para pendukung sesegera mungkin untuk memberikan transparansi tentang masa depannya karena rasa hormat dan terima kasihnya kepada mereka,” tulis Liverpool dalam pernyataan resminya.

Kini, dengan beberapa bulan tersisa hingga musim berakhir, Salah dan Liverpool masih memiliki target yang layak untuk diperjuangkan bersama. Perjalanan di Liga Champions masih berlanjut, dan tidak ada yang lebih indah dari skenario di mana legenda itu mengangkat trofi Eropa untuk terakhir kalinya sebagai seorang Kopite. Apapun yang terjadi, setiap pertandingan sisa musim ini kini terasa seperti sebuah perpisahan yang harus dinikmati sepenuhnya.

Bagi Liverpool, tantangan selanjutnya adalah bagaimana menghadapi era tanpa Salah — sebuah transisi yang tidak akan mudah mengingat betapa besar pengaruh penyerang itu, baik di dalam maupun di luar lapangan. Bagi Salah sendiri, babak berikutnya dalam kariernya masih menjadi misteri yang menarik untuk ditunggu.

Satu hal yang pasti: nama Mohamed Salah akan selamanya terukir dalam sejarah Liverpool. Bukan hanya karena 255 golnya, bukan hanya karena trofi-trofi yang ia persembahkan, tetapi karena cara ia membuat Anfield hidup — dan cara ia memilih untuk mengakhiri semuanya dengan kepala tegak, penuh martabat, dan rasa cinta yang tulus kepada sebuah kota yang telah menjadikannya legenda.

HOT NEWS

TRENDING

Malam Gemilang di Madrid: Bayern Tundukkan Raja Eropa, namun Mbappe Pastikan Pertempuran…

Flick Angkat Bicara: Yamal yang Emosional Adalah Berkah, Bukan Beban bagi Barcelona

Santiago Bernabeu Menanti: Real Madrid Taruhkan Warisan, Bayern Munich Datang dengan Lapar…

Gol Sundulan Belati Muriqi di Menit Tersisa Kubur Asa Madrid, Los Blancos…

Haaland Menghancurkan Segalanya: Hat-trick Mesin Norwegia Kubur Liverpool dalam Mimpi Buruk yang…

Scroll to Top