#CAIRSCORE Cairbos
Messi Ukir Rekor Bersejarah dengan Dua Gol, Argentina Melaju Mantap ke Fase Gugur
Cairscore – Lionel Messi kembali menorehkan malam yang akan lama dikenang dalam sejarah Piala Dunia. Pada Senin, kapten Argentina itu mencetak dua gol dalam kemenangan 2-0 atas Austria untuk membawa juara bertahan memastikan langkah ke babak gugur, sekaligus menempatkan dirinya sendirian di puncak daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen paling bergengsi di sepak bola dunia.
Laga di Arlington itu sejak awal sudah dibayangi satu cerita besar: peluang Messi untuk memecahkan rekor gol Piala Dunia. Ia datang ke pertandingan dengan koleksi 16 gol, sejajar dengan legenda Jerman Miroslav Klose, setelah hat-trick yang ia cetak ke gawang Aljazair pada laga sebelumnya. Dengan situasi itu, setiap sentuhan Messi, setiap gerakannya di sepertiga akhir lapangan, terasa membawa bobot sejarah.
Namun jalan menuju rekor itu tidak langsung terbuka mulus. Pada menit kedelapan, Messi mendapatkan kesempatan emas untuk melampaui Klose lebih cepat. Sebuah penalti memberi peluang sempurna bagi pemain berusia 38 tahun itu untuk menuliskan namanya seorang diri di puncak. Akan tetapi, tendangannya justru melenceng. Momen itu sempat membuat suasana berubah. Yang tadinya tampak seperti awal sempurna bagi Argentina dan malam bersejarah bagi kapten mereka, mendadak tertahan oleh satu kegagalan yang tidak diduga.
Kegagalan penalti itu memang hanya menunda sesuatu yang semakin terasa tak terhindarkan, tetapi untuk beberapa saat Austria mampu memanfaatkan situasi tersebut untuk membuat Argentina frustrasi. Sepanjang sebagian besar babak pertama, Austria bertahan dengan disiplin dan cukup rapi untuk meredam upaya juara bertahan. Argentina menguasai perhatian, tetapi belum menemukan ketenangan akhir yang mereka butuhkan untuk membongkar perlawanan lawan. Seiring waktu berjalan menuju jeda, pertandingan sempat memberi kesan bahwa babak pertama akan ditutup tanpa gol.
Akan tetapi, tujuh menit sebelum turun minum, momen yang ditunggu itu akhirnya tiba. Facundo Medina mengirim umpan yang menemukan Messi di dalam kotak penalti. Dalam situasi yang menuntut ketenangan mutlak, sang kapten menunjukkan kualitas yang selama ini menjadikannya salah satu pemain terbesar dalam sejarah permainan. Dengan penyelesaian kaki kiri yang tenang, ia melepaskan tembakan melewati Alexander Schlager dan mengirim bola ke gawang Austria.
Gol itu bukan sekadar memecah kebuntuan. Gol tersebut adalah gol ke-17 Messi di Piala Dunia, angka yang membuatnya resmi melampaui Klose dan berdiri sendirian di puncak klasemen pencetak gol sepanjang masa turnamen. Setelah datang ke Arlington dalam posisi sejajar dengan sang legenda Jerman, Messi menutup babak pertama dengan status baru sebagai pemilik rekor tunggal. Argentina pun memasuki jeda dengan keunggulan, sementara narasi pertandingan bergeser dari frustrasi awal menjadi kepastian bahwa sejarah telah tercipta.
Meski demikian, pertandingan belum selesai, dan Austria masih memaksa Argentina untuk tetap bekerja keras. Laga ini tidak berubah menjadi pertunjukan satu arah. Seperti banyak pertandingan di Piala Dunia, ritmenya tetap ketat, intens, dan menuntut konsentrasi penuh hingga menit-menit akhir. Argentina memang memegang kendali hasil, tetapi mereka tetap harus menyelesaikan pekerjaan di hadapan lawan yang tidak menyerah begitu saja.
Menjelang akhir pertandingan, rasa kesal akibat penalti yang gagal sudah lama tertinggal. Messi, yang sempat harus menelan kekecewaan pada awal laga, menutup malamnya dengan satu gol lagi pada masa tambahan waktu. Prosesnya lahir dari insting yang tajam di dalam kotak penalti. Setelah Alexander Schlager memblokir upaya pertamanya, Messi bereaksi paling cepat untuk menyambar bola pada percobaan kedua dan memaksanya masuk ke gawang. Gol itu memastikan kemenangan 2-0 bagi Argentina sekaligus menambah total koleksi gol Piala Dunia Messi menjadi 18.
Dengan dua gol dalam satu pertandingan, Messi tidak hanya memecahkan rekor, tetapi juga memperlebar jarak di puncak. Dari posisi sejajar di angka 16 sebelum laga dimulai, ia menutup malam dengan 18 gol. Dalam konteks Piala Dunia, itu adalah pencapaian yang menegaskan lagi betapa panjang dan luar biasanya jejak yang telah ia tinggalkan di turnamen ini.
Kemenangan atas Austria membawa arti besar bukan hanya untuk Messi secara pribadi, tetapi juga untuk perjalanan Argentina di turnamen. Tiga poin itu mengamankan tempat mereka di babak 32 besar. Hasil tersebut juga memastikan Argentina finis sebagai pemuncak Grup J meski masih menyisakan satu pertandingan, setelah Aljazair meraih kemenangan comeback 2-1 atas Yordania pada Senin malam.
Dengan demikian, juara bertahan berhasil menggabungkan dua hal sekaligus dalam satu malam: pencapaian individu yang bersejarah dari sang kapten dan target tim yang sama pentingnya, yakni kelolosan ke fase gugur sebagai pemuncak grup. Dalam turnamen seketat Piala Dunia, kemampuan memastikan tiket lebih awal dan mengunci posisi teratas jelas memberi dorongan psikologis yang sangat berarti.
Usai pertandingan, Messi mengakui bahwa kegagalan penaltinya sempat memicu kemarahan. Ia tidak menutupi perasaannya terhadap momen yang nyaris merusak ritme pribadi dan tim pada awal laga.
“Hari ini ada momen di mana saya sangat marah tentang penalti karena saya gagal dan saya menendangnya dengan sangat buruk,” katanya.
Namun, seperti yang terjadi di lapangan, kekecewaan itu pada akhirnya tertutup oleh hasil akhir yang memuaskan. Messi menekankan bahwa respons tim setelah momen buruk itulah yang paling penting.
“Untungnya kami mampu membalikkan keadaan, unggul, dan meraih tiga poin yang sangat penting.”
Pernyataan itu mencerminkan jalannya pertandingan dengan tepat. Argentina tidak mendapatkan kemenangan ini dengan mudah. Mereka sempat tertahan, sempat frustrasi, dan sempat melihat peluang emas terbuang. Tetapi mereka tetap menemukan cara untuk keluar sebagai pemenang, dengan Messi sebagai tokoh utama yang mengubah tekanan menjadi catatan sejarah.
Perjalanan rekor ini juga terasa semakin istimewa bila ditarik ke belakang. Messi mencetak gol pertamanya di Piala Dunia saat melawan Serbia dan Montenegro pada 2006. Kini, dua puluh tahun kemudian, dan dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-39, ia berdiri sendirian di puncak daftar pencetak gol Piala Dunia. Rentang waktu itu memperlihatkan bukan hanya ketajamannya, tetapi juga daya tahan, konsistensi, dan kemampuan untuk terus menentukan pertandingan di panggung tertinggi sepak bola internasional.
Meski begitu, fokus Messi setelah laga tetap tertuju pada kepentingan tim, bukan pada angka yang baru saja ia ciptakan. Ia menegaskan bahwa kemenangan dan perjuangan bersama skuad Argentina jauh lebih penting dalam momen ini.
“Lebih dari segalanya, saya sangat senang atas kemenangan ini,” katanya.
“Ini pertandingan yang luar biasa, berat, dan sulit. Semua pertandingan di Piala Dunia ini sangat seimbang, sangat intens. Saya menikmati momen ini dan menikmatinya bersama rekan-rekan setim saya.”
Ucapan itu merangkum nuansa pertandingan sekaligus situasi Argentina di turnamen ini. Tidak ada laga yang benar-benar sederhana di Piala Dunia, bahkan bagi juara bertahan sekalipun. Austria memberikan perlawanan yang cukup untuk menguji kesabaran dan konsistensi Argentina. Namun pada akhirnya, tim asuhan Argentina mampu menunjukkan kualitas dan kedewasaan untuk mengatasi tekanan, mengubah momentum, dan menyelesaikan laga dengan bersih.
Kini, setelah memastikan kelolosan dan posisi puncak Grup J, Argentina akan mengalihkan perhatian ke pertandingan terakhir fase grup melawan Yordania. Laga tersebut akan menjadi pemberhentian terakhir sebelum fase gugur dimulai. Sementara itu, dari Arlington, satu hal sudah pasti: malam ini akan diingat bukan hanya sebagai kemenangan penting bagi Argentina, tetapi juga sebagai malam ketika Lionel Messi sekali lagi mengubah sejarah Piala Dunia dengan caranya sendiri.
-
12 Jul 2026Argentina Tundukkan Swiss 3-1 lewat Perpanjangan Waktu, Lolos ke Semifinal dan Jaga Asa Pertahankan Gelar
-
12 Jul 2026Atletico Madrid Resmi Datangkan Morten Hjulmand, Tambah Kekuatan Baru di Lini Tengah
-
12 Jul 2026Manchester City Amankan Wonderkid Jeremy Monga, Kontrak Panjang Jadi Sinyal Investasi Besar Masa Depan
-
08 Jul 2026Argentina Bangkit Dramatis, Hajar Mesir 3-2 dan Jaga Asa Lionel Messi
-
07 Jul 2026Messi vs Salah: Duel Bintang yang Memanaskan Babak 16 Besar Piala Dunia
-
07 Jul 2026Belgia Menggila di Seattle, Hantam Amerika Serikat 4-1 dan Tantang Spanyol di Perempat Final
-
06 Jul 2026Air Mata Neymar dan Akhir Sebuah Era di Timnas Brasil
-
06 Jul 2026Bellingham Bersinar, Inggris Bertahan dengan 10 Pemain dan Tumbangkan Meksiko dalam Drama Azteca
-
03 Jul 2026Riyad Mahrez Akhiri Kiprah Internasional setelah Aljazair Tersingkir dari Piala Dunia
-
03 Jul 2026Spanyol Melaju Mantap ke 16 Besar Setelah Bungkam Austria 3-0
HOT NEWS
TRENDING
#CAIRSCORE Cairbos Argentina Tundukkan Swiss 3-1 lewat Perpanjangan Waktu, Lolos ke Semifinal dan Jaga Asa Pertahankan Gelar Cairscore…
#CAIRSCORE Cairbos Crystal Palace Torehkan Sejarah Eropa, Mateta Jadi Pahlawan di Malam Perpisahan Glasner yang Tak Terlupakan Cairscore…
#CAIRSCORE Cairbos Dari Tempat Gelap ke Puncak Inggris: Saka dan Arsenal Akhirnya Bungkam Semua Ejekan Cairscore – Bukayo…
#CAIRSCORE Cairbos Gol Menit Akhir, dan Bayangan Spionase: Hull City Akhirnya Kembali ke Liga Primer Cairscore – Di…
#CAIRSCORE Cairbos Aston Villa Bangkit dengan Gemilang, Hancurkan Nottingham Forest dan Melangkah Gagah Menuju Final Istanbul Cairscore –…
-
GOAT Messi, Pemegang Rekor Peraih Tropi Terbanyak
-
Kylian Mbappe Resmi Diperkenalkan Sebagai Pemain Baru di Real Madrid
-
Premier League Musim 2024/2025 Segera Dimulai
-
Ballon d'Or 2024 Jatuh ke Tangan Rodri Menyisihkan Vinicius dan Bellingham
-
Paris Saint-Germain Tumbang, Kemenangan Atletico Madrid di Menit-menit Terakhir Membuat PSG Tersingkir Dari 24 Besar
-
Gol Martinez di menit ke-112, Antarkan Argentina Menjadi Juara Copa Amerika 2024
-
Harry Kane Membalas Kritikan Dengan Hat-trick dan Pecahkan Rekor Haaland di Bundesliga
-
Meriam London Menggasak Preston 3-0 Tanpa Balas di Piala Liga Inggris
-
Prancis Menyusul Mesir ke Semifinal Sepak Bola Olimpiade Paris 2024
-
Tottenham Buat Langkah Manchester City terhenti di Babak 16 besar Carabao Cup 2024/2025
-
Manchester United 2-0 PAOK, MU Raih Kemenangan Perdana di Liga Europa Berkat Brace Amad
-
Final Piala Presiden 2024, Arema FC Menantang Borneo FC
-
Mbappe Akhirnya Mencetak Gol dan Membawa Real Madrid Unggul 2-0 Atas Real Betis
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia Akan Dijamu Arab Saudi
-
Bali United Bertengger di Puncak Klasemen Liga 1 Setelah Kalahkan Persis Solo 3-0
-
Liga 1 Indonesia : Semen Padang Ambruk, Borneo FC Berjaya
-
Ronaldo Mengisyaratkan Tanggal Pensiun, Setelah Mencetak 910 Gol Dalam Karirnya
-
Menang Tipis 1-0 Atas Crystal Palace, Liverpool Bertengger Di Puncak Klasemen Premier League
-
Mbappe Kembali Gagal Eksekusi Penalti, Real Madrid Kalah 1-2 Kontra Bilbao
-
Portugal Menang Tipis 2-1 Atas Kroasia, Ronaldo Capai Rekor 900 Gol